PNPM Mandiri

Switch to desktop Register Login

Simalungun bangun pos kesehatan desa

SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun komitmen memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pedalaman dengan pembangunan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).

Pembangunan Poskesdes di Nagori (Desa) Bahkisat Kecamatan Tanah Jawa ditandai peletakan batu pertama oleh Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih, kemarin.

Bupati berpesan kepada tenaga medis di Poskesdes tersebut agar lebih meningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Poskesdes ini mendukung program Pemkab Simalungun membuka layanan Puskesmas 24 jam,” ujar Bupati pada acara buka puasa bersama masyarakat di tiga kecamatan ini.

Ketua Pembangunan Poskesdes Ngatemin menyampaikan pos layanan kesehatan masyarakat ini dibangun dengan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan sebesar Rp191 juta lebih dan swadaya masyarakat Rp2 juta lebih. “Kami sangat berterimah kasih dengan perhatian dan kepedulian Pemkab karena Poskesdes ini sangat kami butuhkan,” ujar Ngatemin(waspada)

Last Updated on Monday, 14 July 2014 04:22

Hits: 211

BPMK-PNPM Papua Segera Terjunkan Sukarelawan Kesehatan

Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM Mandiri Papua, segera menerjunkan sukarelawan penyuluh kesehatan, guna memotivasi warga memahami pentingnya hidup sehat.

"Para sukarelawan kesehatan akan diturunkan oleh Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) ke kampung-kampung," kata Kepala BPMK-PNPM Mandiri Papua Donatus Mote, di Jayapura.

Penanggung jawab Program Strategi Pemberdayaan Kelembagaan Kampung (Prospek) di Dinas Kesehatan Papua itu mengatakan, tugas sukarelawan penyuluh kesehatan itu sangat mulia.

"Mereka berupaya agar orang lain terhindar dari penyakit, dan itu pekerjaan luar biasa," ujarnya.

Selain itu, para sukarelawan kesehatan itu juga akan berperan mengontrol program pelayanan kesehatan.

Pekerjaan yang dilakukan sukarelawan juga merupakan bagian dari misi kasih yang mau diterapkan. Dengan demikian, perlu dibekali sejak awal.

"Kalau turun ke lapangan lalu berhasil maka sangat luar biasa. Sudah berhasil menyelamatkan orang," ujarnya.

Mantan Kepala SMA Gabungan Jayapura ini berharap, tenaga sukarelawan kesehatan Papua ini melakukan pekerjaan dengan baik. Minimal sebagian harus tahu tentang kesehatan.

"Paling tidak harus pintar berbicara. Persiapan diri sangat penting tetapi kesiapan masyarakat untuk menerima kedatangan sukarelawan juga penting," ujarnya.

Ia mengatakan, tenaga sukarelawan berarti melakukan pekerjaan tanpa pamrih. Tetapi perlu diperhatikan haknya setelah menyelesaikan tanggung jawab.

"Kedepan pekerjaan kesehatan ini akan melibatkan bidang lain yang berkaitan. Istilahnya kita keroyok pekerjaan sama - sama," ujarnya. (skalanewsdotcom)

Last Updated on Monday, 14 July 2014 04:11

Hits: 196

Kejaksaan Sampit segera sita rumah hasil korupsi

Kejaksaan Negeri Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah akan segera melakukan penyitaan terhadap aset koruptor yang diduga dibangun dari hasil korupsi. Saat ini, yang akan disita adalah dua unit rumah, satu bangunan serta benda berharga lainnya.

"Kami akan menyita rumah ZI, tersangka dugaan korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) Kecamatan Telawang, Kotim," kata Kajari Sampit Nanang Ibrahim Soleh, melalui Kasi Intel HM Karyadie di Sampit, seperti diberitakan Antara, Kamis (10/7).

Selain terus menggali keterangan saksi-saksi, Kejaksaan juga mulai mencari tahu aliran uang hasil korupsi sebesar Rp 795,294 juta oleh tersangka. Uang itu, diduga digunakan tersangka untuk membangun sejumlah aset pribadinya.

Dari hasil pendataan di lapangan Kejaksaan, salah satunya adalah dua buah bangunan seperti, satu buah rumah megah, dan satu buah bangunan rumah barak dengan beberapa pintu, dengan nilai ratusan juta rupiah.

"Kuat dugaan, kedua bangunan tersebut dibangun menggunakan uang dari hasil korupsi. Kami sudah mengecek di lapangan, dan benar ada dua buah bangunan yang kami curigai hasil dari penyimpangan uang negara oleh tersangka," kata Karyadie.

Pihak Kejaksaan berkeyakinan, bila bangunan tersebut dibangun dengan menggunakan uang hasil korupsi karena dari data dan keterangan warga sekitar Kecamatan Telawang, dua bangunan itu didirikan sekitar 2009 lalu, saat tersangka menjabat sebagai ketua PNPM di Kecamatan itu.

"Sedang kami terlusuri lebih dalam, jika nanti terbukti bangunan itu hasil dari uang korupsi, jelas akan kami sita," kata Karyadie.

Karyadie mengungkapkan, hingga saat ini pihak Kejaksaan masih melakukan pengembangan terkait dugaan adanya tersangka lain yang turut menikmati uang hasil korupsi itu.

Kejaksaan sendiri beberapa hari lalu sudah melakukan penggeledahan di kantor Camat Telawang, untuk menyita sejumlah dokumen terkait dana PNPM tersebut.

"Untuk saat ini, dokumen yang kami sita itu untuk dijadikan bukti pendukung. Kami tinggal melakukan pemeriksaan saksi-saksi, hingga nanti bisa cepat selesai dan disidang," urainya. (Merdekadotcom)

Last Updated on Monday, 14 July 2014 02:57

Hits: 184

Masyarakat Perdesaan Ingin PNPM Mandiri Tetap Dilanjutkan

SHARING SOLUSI KENDALA: Moh Jauhar Efendi (pegang mik) saat menyampaikan pokok pikiran di hadapan peserta rapat koordinasi se-Kaltim di Hotel Horison, Samarinda.
 
Semua petugas fasilitator harus menguasai lapangan. Mereka mesti turun ke lapangan dan mengetahui kondisi sebenarnya. Jangan sampai, satu kendala mengakibatkan yang lainnya ikut menanggung.
 
“KALAU ada fasilitator yang tidak mengetahui persoalan di lapangan, laporkan ke saya. Bila ada kesulitan, silakan undang, saya bersedia menyelesaikan bersama bupati setempat,” tegas Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat  Provinsi Kaltim, Ir Moh Jauhar Efendi di hadapan peserta rapat koordinasi program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan (PNPM-MP) Provinsi Kaltim tahun 2014 di Hotel Horison, Samarinda. Rapat ini digelar bertahap mulai 11-13 Juli kemarin.

Penegasan ini diberikan, karena peran fasilitator dalam program PNPM begitu penting. Mereka tak hanya diharapkan menyebarluaskan PNPM Mandiri, tapi juga menyusun rencana kerja dari proses sosialisasi hingga kegiatan. Juga melakukan pelatihan-pelatihan dan bimbingan selama program berjalan.

Kendati di banyak daerah masalah fasilitator ini menjadi kendala, namun menurut Jauhar, hingga saat ini pelaksanaan PNPM di Kaltim berjalan mulus.

Ia berharap, program-program PNPM terus berjalan tanpa kendala berarti. Dia berharap kasus di NTT, yakni ada satu kecamatan yang bermasalah dan akhirnya satu kabupaten di-blacklist, jadi pelajaran untuk provinsi ini. “Hal seperti ini jangan sampai terjadi di Kaltim,” sebut Jauhar kepada Kaltim Post.

Di hadapan puluhan peserta perwakilan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) se-Kaltim, Jauhar menyebut  Sistem Informasi Manajemen (SIM) PNPM Mandiri Perdesaan berbasis internet dan mobile. Sistem informasi terpadu dan mudah diakses ini dirancang untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan, pengambilan keputusan serta evaluasi kegiatan-kegiatan program. 

“Manfaat dikembangkannya SIM PNPM Mandiri Perdesaan adalah pelaporan kegiatan mulai tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban menjadi lebih mudah dan cepat. Data dari tingkat desa, setelah proses verifikasi dapat diakses pemangku kepentingan di tingkat yang lebih tinggi,” sebutnya.

Pada bagian lain sambutannya, mantan Kabiro Humas Pemprov Kaltim itu menyampaikan bahwa mulai tahun 2014, pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan di Kaltim diikuti tujuh kabupaten dan 80 kecamatan dengan 843 desa (di luar Kaltara).

Ia berharap, program PNPM Mandiri Perdesaan tahun ini didukung dengan semakin berkembangnya pembangunan partisipatif. Yaitu pelaksanaan pembangunan desa maupun antardesa (bottom-up planning) melalui pelibatan masyarakat secara aktif. Ditunjang meningkatnya peran pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan.

Disebutkan, sejak 2008 hingga 2013 PNPM Mandiri Perdesaan berhasil  membangun 332 unit gedung kesehatan dan 395 gedung pendidikan. Dari pembangunan tersebut 95 persen termanfaatkan dan dirawat. Hanya, perlu dukungan SKPD teknis untuk membantu membiayai operasional dan perhatian kepada guru dan tenaga teknis kesehatan.

Keberhasilan program-program PNPM Mandiri di Kaltim, membuat masyarakat senang. Dan menginginkan program ini terus berlanjut karena terbukti secara simultan meningkatkan pembangunan di daerah terpencil.
 
Permintaan masyarakat ini, lalu dijadikan pijakan awal dalam menyikapi isu berakhirnya program PNPM pada 2015, seiring dengan naiknya Presiden RI yang baru. Pemprov Kaltim dalam hal ini BPMPD Kaltim mulai 2014 ini telah melakukan upaya untuk melanjutkan program yang diinginkan masyarakat perdesaan.
 
Sambil berharap kepada para pemimpin di masa depan untuk tetap melanjutkan program PNPM Mandiri Perdesaan. Dikatakannya, siapa pun pemimpinnya, PNPM harusnya terus berjalan seperti pesan Wakil Presiden Boediono saat membuka rakernas di Jakarta belum lama ini.
 
Terpisah, Kabid Ketahanan dan Sosial Budaya Masyarakat BPMPD Kaltim, Musa mengatakan, sosialisasi berbagai hal tentang PNPM Mandiri Perdesaan harus gencar. Selain itu, semua yang terlibat dalam program ini harus memiliki disiplin tinggi dan berorientasi kinerja serta profesional.
 
“Proses pencairan dana tidak dapat diwakilkan, harus sesuai prosedur. Jangan hanya karena percaya pada kawan, kemudian diwakilkan ke orang lain. Hal seperti ini tidak boleh terjadi,” tegas Musa.

Ia menegaskan kinerja harus dipacu. Tidak ada program “luncuran” ke tahun 2015. Dalam arti, program itu direncanakan di 2014, namun karena ketidakmampuan, dialihkan ke tahun selanjutnya.
 
“Saya berharap Kaltim akan menyelesaikan semua program sesuai aturan dan bersih,” ujarnya.
 
Sementara itu, Penanggung Jawab Operasional (PJO) Kaltim, Ramayadi menyebutkan, rapat bulanan ini ditujukan mengendalikan seluruh tahapan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan.

“Mengkoordinasikan pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan tahun anggaran 2014. Melakukan analisa dan evaluasi reguler atas pelaksanaan kegiatan PNPM. Juga merumuskan langkah-langkah pemecahan masalah yang timbul,” ujar Ramayadi.

Last Updated on Monday, 14 July 2014 03:07

Hits: 256

September, Pembangunan Fisik di Sumpiuh Ditarget Rampung

BANYUMAS, Kegiatan pembangunan saluran irigasi, drainase, talud dan akses jalan telford dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) Kecamatan Sumpiuh ditarget rampung pada September mendatang. Saat ini, pembangunan masih berlangsung.

Fasilitator PNPM-MPd Sumpiuh, Umi Songidah mengemukakan, target tersebut menyesuaikan dengan segi kelancaran program. "Sampai saat ini, pengerjaan rata-rata sudah mencapai 80% sehingga Insya Allah September nanti ditarget rampung," kata Umi Songidah Sabtu (12/7).

Pembangunan dalam bentuk fisik tersebut disiapkan anggaran senilai Rp 819.423.250. Anggaran tersebut didukung swadaya masyarakat senilai Rp 29.734.100. "Alhamdulillah program juga didukung dana swadaya masyarakat," kata dia.

Alokasi dana pembangunan tersebut tidak jauh berbeda dengan tahun 2013. Melalui program serupa, tahun lalu dialokasikan dana senilai Rp 870.115.000. Adapun untuk bidang lain, seperti bidang pendidikan, kesehatan, dan pelatihan dialokasikan senilai Rp 78.472.150, sementara untuk program simpan pinjam perempuan (SPP) senilai Rp 252.104.600.

Camat Sumpiuh, Abdul Kudus berharap alokasi program dan bantuan yang diberikan bisa memberi kemanfaatan bagi masyarakat Sumpiuh dan menunjang kemajuan di segala bidang. (suaramerdeka.com)

Last Updated on Monday, 14 July 2014 02:51

Hits: 155