PNPM Mandiri

Switch to desktop Register Login

Bantuan Komputer untuk 15 BKM dari BRI

Sukoharjo, 8 Agustus 2012

Oleh : Dade Saripudin, S.Pt
Koordinator Kabupaten Sukoharjo   
OC-5 Jawa Tengah
PNPM Mandiri Perkotaan

Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan bantuan seperangkat komputer dan printer kepada 15 Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) wilayah Soloraya dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Republik Indonesia Agung Laksono, pada acara kunjungan kerja dan Safari Ramadhan di PT Sritek, Sukoharjo, pada Kamis, 2 Agustus 2012.

Kelimabelas BKM tersebut adalah BKM Kusuma Bronto (Kota Yogyakarta), BKM Sindu Martani-Ngemplak, BKM Catur Tunggal-Depok, BKM Mandiri Mulyo-Depok, Dadi Mulyo dan BKM Sumber Mulyo (Kabupaten Bantul). BKM Amor (Kulon Progo), BKM Rukun Tresno Gondangan (Klaten), BKM Bina Sejehtera-gumpang, BKM Guyub Rukun-Krajan (Sukoharjo). Kemudian dari Karanganyar BKM Maju Sejahtera, dari Kota Surakarta LKM Promisudiro dan LKM Sumber Daya, dan dari Boyolali BKM Berkah serta BKM Ngudi Mulyo.

Pada kesempatan itu Menko Kesra Agung Laksono juga menyerahkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PNPM kepada Wakil Bupati Sukoharjo sebesar Rp19,7 miliar, bantuan alat kontrasepsi kepada Kantor BKKBN Kabupaten Sukoharjo senilai 2 miliar, bantuan alat kesehatan kepada Poliklinik Sritek senilai Rp11 juta, 100 paket sembako dari Bank Mayapada yang diserahkan kepada anak-anak panti asuhan Miftahul Jannah Sukoharjo, bantuan Pendidikan kepada Kota Surakarta sebesar Rp99,8 miliar untuk pendidikan dasar dan Rp104,7 miliar untuk pendidikan menengah, serta bantuan Paket Olahraga kepada serikat karyawan PT. Sritek.

Acara yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna Slamet Riyadi PT. Sritek ini diikuti sekira 750 orang, terdiri atas berbagai unsur, seperti Muspida, BKM, anak panti, dan karyawan Sritek.

Dalam kesempatan tersebut Agung Laksono mengatakan, hingga kini pemerintah masih punya PR dalam rangka menghilangkan atau mengurangi penduduk miskin. Berdasarkan data BPS Maret 2012, jumlah penduduk miskin di Indonesia masih sekitar 29,1 juta orang atau sekitar 11,9% dari jumlah total penduduk Indonesia.

“Walaupun dari tahun ke tahun mengalami penurunan, angka tersebut masih terbilang besar. Apalagi kita memiliki komitmen bahwa pada tahun 2014, sesuai MDG’s, angka kemiskinan dipatok sekitar 7,5%,” katanya.

Oleh karena itu pemerintah terus berupaya menekan angka kemiskinan dengan berbagai cara, antara lain, pertama, mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi sekitar 6,3%. Melalui pertumbuhan ekonomi ini akan tercipta lapangan pekerjaan bagi masyarakat sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat. Kedua, melaksanakan program penanggulangan kemiskinan melalui 4 klaster.

Menurut Menkokesra, PNPM bagian dari program pemerintah dalam rangka menurunkan angka kemiskinan yang berbasis komunitas. Peran pemerintah tidak lagi menjadi provider tetapi lebih memberdayakan masyarakat. “Masyarakat menjadi kokoh, kuat sejalan otonomi daerah dan mandiri,” lanjutnya.

Pemberian peran yang besar kepada masyarakat dalam rangka penanggulangan kemiskinan mulai dari perencanaan, penentuan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan berdampak pada rendahnya tingkat kebocoran pada program PNPM, yang hanya sekitar 0,02%. “Dan, tumbuhnya keswadayaan masyarakat sekitar 30%, sehingga harga sebuah kegiatan menjadi murah,” ungkap politisi partai Golkar itu.

Peningkatan Kinerja dan Data BKM

Pada kesempatan lain, Asdep Urusan Pengembangan Keuangan Mikro dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Magdalena, yang menyertai kunjungan lapangan Menkokesra di Sukoharjo ke BKM Bina Sejahtera Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, BKM Guyub Rukun Desa Krajan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo dan BKM Desa Cepoko Sawit, Boyolali mengatakan, komputer pemberian dari BRI dalam rangka untuk membantu kinerja BKM menjadi lebih baik dari sisi pendataan maupun pelaporan.

“Oleh karena itu mohon untuk terus dijaga jangan sampai rusak. Syukur-syukur bisa diintergrasikan dengan internet, sehingga cakrawala BKM menjadi lebih luas,” lanjutnya, pada Jumat, 3 Agustus 2012.

Magdalena menegaskan kemitraan yang dilakukan oleh BKM dengan BRI harus bisa dimanfaatkan secara optimal. Kekhawatiran akan berpindahnya KSM-KSM yang terbaik dari UPK BKM ke Bank BRI tidak perlu dirisaukan. Hal ini disebabkan sudah banyak kelompok-kelompok masyarakat di Klaster I ingin pindah ke Klaster II. Penguatan kelembagaan menjadi sangat penting. Saat ini kementerian kesejahteraan rakyat sedang mengkaji system pinjaman bergulir sebagai upaya persiapan transisi berakhirnya PNPM Mandiri.

“UPK dan BKM harus tetap eksis, sehingga dapat membangun atau mengembangkan potensi desa yang ada, bisa mewujudkan klaster usaha one village one produk, sehingga kesejahteraan masyarakat menjadi meningkat,” tambahnya.

BRI DI Yogyakarta M. Zauron, yang mendamping Magdalena, mengatakan bahwa BRI terus berkomitmen kemitraan dengan PNPM melalui BKM. Salah satu bentuk kepedulian adalah melalui pemberian seperangkat computer dan printer kepada BKM-BKM terpilih di Yogyakarta dan Soloraya.

“Komputer yang diberikan bukan komputer yang ecek-ecek (kualitas rendah—Red), tetapi komputer yang memiliki spesifikasi tinggi, sehingga tidak sekedar peningkatan kinerja dan data BKM saja, tapi bisa digunakan sebagai media jaringan pemasaran,” tambah Zauran.

Semoga dengan pemberian komputer ini kinerja penyaluran KSM dari Klaster II ke Klaster III yang di-linkage-kan dengan BRI semakin bertambah. [Jateng]

Editor: Nina Firstavina

Sumber : http://www.pnpm-perkotaan.org/

Last Updated on Thursday, 09 August 2012 05:47

Hits: 475

Program PNPM Bermanfaat Bagi Masyarakat Sitalang

Rabu, 08/08/2012

Program PNPM sangat bermanfaat bagi masyarakat Sitalang Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam, dalam rangka meningkatkan akses transportasi bagi masyarakat setempat.

"Kegiatan PNPM ini membuka akses trasportasi untuk membawa hasil pertanian," kata Wali Nagari Sitalang Aprizal Effendi pada Reporter Agam Media Center, Rabu (8/8).

Ia mengharapka, jalan yang dibangun PNPM ini dapat dipelihara dengan baik dan dalam waktu dekat akan dibuat aturan nagari termasuk aturan pemakaian kendaraan yang akan melewatinya.

Pihaknya juga mengajak, semua warga setempat agar bersyukur dengan telah selesainya pembukaan jalan PNPM tersebut," tambahnya.

Wali nagari menjelaskan, kegiatan PNPM berupa pembukaan jalan baru rabat beton sepanjang satu kilometer menelan biaya Rp230 juta.

Bagian Humas Setda Agam

Sumber : http://agamkab.go.id/

Last Updated on Thursday, 09 August 2012 03:48

Hits: 525

Biogas Alternatif Tepat Hadapi Kelangkaan BBM

Selasa, 07 Agustus 2012 | 20:54:00 WIB

Painan, Agustus 2012

Mensiasati kenaikan dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) masyarakat harus bisa memanfaatkan lingkungan hidup agar dampak dari kenaikan BBM yang mengakibatkan tingginya biaya hidup sedikit banyaknya dapat membantu.

Salah satu artenatif adalah memanfaatkan kotoran sapi yang selama ini hanya terbuang begitu saja tanpa mendatangkan dampak ekonomi terhadap masyarakat pemilik dan pemeliharanya, bahkan menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan sekitar.

Apalagi di Kabupaten Pesisir Selatan sekitar 62,51 % rumah tangga masih mengunakan energi yang berasal dari minyak tanah dan kayu bakar,maka pemanfaatan lingkungan hidup diperlukan menjadi artenatif.

Di Ampiang Parak Kecamatan Sutera para pelaku PNPM MPd Kabupaten Pessel melihat langsung proses biogas yang telah dipergunakan oleh masyarakat daerah itu.Hadir dalam kegiatan itu Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Nagari,Perempuan,KB Mawardi Roska,Fasilitator Kabupaten Fazly Umar dan anggota Pokja RBM.

Mawardi Roska kepada mengungkapkan kegiatan melihat langsung proses biogas ini sangat membawa manfaat besar,selama ini kegiatan Pokja RBM hanya kegiatan pelatihan namun dengan kegiatan ini dapat membawa perubahan.
"Selama ini program PNPM telah membawa perubahan namun hasilnya belum begitu maksimal dirasakan oleh masyarakat,kita berharap dikemudian hari kegiatan seperti ini lebih bisa ditingkatkan," ujarnya.

Sementara itu Fasilitator Kabupaten dan Integrasi Fazly Purba juga mengungkapkan hal yang sama,Kegiatan melihat langsung proses biogas hingga kerumah warga akan dijadikan bahan reperensi dikemudian hari.

Dikatakannya,Nantinya para pelaku PNPM dapat mempasilitasi warganya untuk membuat biogas di daerahnya,dengan mengunakan dana PNPM MPd , karena pembuatan biogas telah nyata membawa manfaat yang besar .

"Namun itu semua harus sesuai dengan potensi yang dimiliki daerahnya, jangan daerah yang tidak memiliki sapi mengajukan biogas yang akhirnya menjadi kegiatan yang sia sia belaka," ujarnya.

Pada kesempatan pelaku PNPM selain dibawa kelokasi biogas dan proses biogas juga dibawa ke Perkebunan sawit dimana di perkebunan sawit itu mengunakan pupuk organik berkas penyulingan biogas (07)(07)

Sumber : http://pesisirselatan.go.id/

Last Updated on Wednesday, 08 August 2012 04:39

Hits: 624

Pemberdayaan Masyarakat RBM PNPM-MP Lambar Gelar Rapat Evaluasi

Kamis, 09 August 2012

LIWA (Lampost): Ruang Belajar Masyarakat (RBM) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) Lampung Barat hari ini (9-8) mengadakan pertemuan dengan pengurus dan pelaku PNPM tingkat kabupaten dan instansi terkait guna membahas rencana kegiatan pemberdayaan masyarakat ke depan.

Ketua RBM Lambar Abdul Rosid, ketika dimintai keterangan, Rabu (8-8), mengatakan pertemuan yang akan digelar di aula Rumah Makan Sahabat Utama itu bertujuan melakukan rapat koordinasi, evaluasi, dan pemantapan program RBM ke depan. "Rapat untuk mengevaluasi kinerja yang sudah dilakukan RBM pada tahun berjalan dan rencana kegiatan pembinaan kedepan."

Pertemuan tersebut, lanjut Rosid, akan dihadiri seluruh pengurus RBM, pelaku PNPM, fasilitator kabupaten, dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Pekon (BPMPP) yang membidanginya.

Pertemuan itu juga diharapkan menjadi wadah perbaikan kinerja RBM dalam melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat. "Kami ingin lebih maksimal memberdayakan masyarakat. Sebab itu, kami terus mengevaluasi kegiatannya," kata Rosid.

Menurut dia, RBM Lampung Barat merupakan salah satu RBM terbaik di Lampung dan terbaik nomor tiga tingkat nasional di Regional Sumatera, sehingga harus terus dipacu untuk terus menampilkan program yang terbaik terutama dalam hal pembinaan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.

"RBM Lambar ini menjadi yang terbaik ketiga di regional Sumatera dan itu harus dipertahankan dengan tetap konsisten melaksanakan program yang telah dijalankan selama ini dengan menitikberatkan pemberdayaan masyarakat," ujar dia. (*/D-3)

(*/ARIPSAH)

Sumber : http://lampungpost.com/

Last Updated on Thursday, 09 August 2012 03:47

Hits: 715

PNPM dan BP4K Mitra, Gelar Pelatihan Agrobisnis

IDENTITASNews (Mitra) - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kabupaten Mitra memberikan  pelatihan bagi para petani Agrobisnis, melibatkan Badan Penyuluhan Pertanian,perikanan perkebunan dan Kelautan (BP4K) Mitra.  Pelatihan ini  terlaksana lewat program Ruang Belajar Masyarakat (RBM), yang dimulai sejak siang tadi (6/7) 2012 hingga esok (Selasa, 7/8) 2012.

Pelatih Utama Kepala Badan BP4K Mitra Herman Kosakoy,SE dalam pemaparannya menjelaskan, "Kelompok Tani/petani untuk mencapai sukses dalam bidang pertanian,khususnya penanaman padi sebagai bagian dari rencana swasembada beras di kabupaten Mitra,hendaknya memperhatikan penyediaan lahan yang baik,selanjutnya menyediakan bibit padi yang telah lolos uji balai penelitian pertanian,serta melakukan sistim pemupukan yang teratur," imbau Kosakoy.

Lebihjauh Kosakoy menuturkan," proses penjualan hasil Produksi yang adalah bagian dari Agrobisnis,sangat tergantung dari Hasil produksi itu sendiri,sebab jika Kwalitas produksi Padi/Beras tak sesuai dengan Kebutuhan Pasar maka harga Pasaran Hasil Produksi akan menurun, sehingga dipastikan petani akan mengalami kerugian," tutur Kosakoy.

Di tempat yang sama, Ketua PoKja RBM Jantje Tompunu di sela Acara pelatihan mengatakan Pelaksanaan kegiatan ini meliputi teori dan Praktek lapangan.  "Sehingga untuk hari ini, semua peserta akan menerima materi dan pada besok semua peserta akan turun praktek lapangan yang bertempat di lokasi Persawahan Ranombolay Molompar," ungkap Tompunu.(fre)

Sumber : http://identitasnews.com/

Last Updated on Wednesday, 08 August 2012 04:34

Hits: 548