PNPM Mandiri

Switch to desktop Register Login

45 Kader PNPM Ikuti Pelatihan Jurnalistik

29 Oktober 2012 

Kemahiran Menulis Ditentukan Ketekunan Berlatih

PURWOREJO, suaramerdeka.com - Kemahiran dan kepintaran menulis bukan merupakan sebuah bakat. Kemampuan seseorang menulis merupakan hasil dari proses pembelajaran dan ketekunan berlatih. Dengan demikian, setiap orang sebenarnya memiliki potensi menjadi seorang penulis handal.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan Ruang Belajar Masyarakat (Rubelmas) PNPM Mandiri Pedesaan Kelompok Kerja (Pokja) Media Sosialisasi dan Informasi di Hotel Ganesha, Senin (29/10). Pelatihan jurnalistik itu diikuti 45 orang perwakilan dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Purworejo.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermades) Drs Murwanto dalam sambutannya yang disampaikan Sekretaris Bapermades Ismanto mengatakan, pelatihan tersebut sangat strategis untuk meningkatkan kapasistas pelaku PNPM dalam memberdayakan masyarakat.

"Pelatihan ini bisa menjadi strategi awal untuk mengelola informasi dan mensosialisasikan program-program yang dilaksanakan melalui PNPM. Sosialisasi ini sangat penting karena sangat menunjang kesuksesan pelaksanaan program," katanya.

Ketua Umum Rubelmas Drs Suhartono didampingi Koordinator Pokja Media Sosialisasi dan Informasi Ahmad Arbangin menjelaskan, pelatihan jurnalistik tersebut merupakan tindaklanjut untuk pemantapan penerbitan media buletin.

"Tahun lalu kegiatan serupa sudah pernah dilaksanakan dan berhasil menerbitkan buletin dua edisi. Kami berharap peserta pelatihan ini nantinya menjadi kontributor dalam penerbitan buletin," jelasnya.

Pembicara yang menyampaikan materi teknik penulisan berita Nur Kholiq (wartawan Suara Merdeka) mengatakan, banyak peristiwa menarik di sekeliling masyarakat, termasuk di pelosok desa yang sangat menarik untuk dilaporkan dalam sebuah karya jurnalistik berita.

"Bagi kita, sebuah peristiwa misalnya merti desa atau upacara adat lainnya menjadi sesuatu yang biasa. Tapi kalau dikemas secara menarik, itu bisa menjadi berita menarik," jelasnya.

Pembicara lainnya, Dulrokhim, wartawan Wawasan yang menyampaikan materi tentang teknik penulisan artikel menjelaskan, kemampuan menulis bisa memberikan keuntungan finansial.

"Setiap media cetak pasti menyediakan rubrik artikel bagi pembacanya. Kalau tulisan dimuat di rubrik itu ada honor yang diberikan kepada penulisnya," katanya.

( Nur Kholiq/ CN33 / JBSM)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/

Last Updated on Tuesday, 30 October 2012 05:06

Hits: 466

PNPM-MP Tingkatkan SDM dan Semangat Kegotongroyongan

JUMAT, 26 Oktober 2012 

GUNUNGSITOLI, BeritAnda - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) sangat berdampak positif terhadap peningkatan sumber daya manusia, kebersamaan, serta menyemangati kembali gairah kegotongroyongan masyarakat dalam pedesaan melaksanakan program pembangunan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat di pedesaan.

Hal ini di utarakan oleh Kepala BPM,PP dan KB Kota Gunungsitoli Oimonaha Waruwu saat di temui diruang kerjanya belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa Kota Gunungsitoli yang merupakan daerah otonomi baru hasil pemekaran dari Kabupaten Nias, yang mana baru berumur sekitar tiga tahun, semenjak itu menerima salah satu kucuran dana dari pemerintah Pusat melalui PNPM-MP.

“Program ini bersentuhan langsung dengan masyarakat terutama di pedesaan, dengan tujuan agar masyarakat dapat mengetahui dan memahami berbagai kegiatan pembangunan yang sedang berlangsung serta teknik pelaksanaanya yang baik dan penuh tanggungjawab,” katanya.

PNPM-MP merupakan kesempatan terbaik bagi masyarakat untuk lebih mengetahui konstruksi pekerjaan pembangunan jalan, pembangunan gedung, irigasi , jembatan, pembbukaan badan jalan baru, cara berorganisasi yang baik, sekaligus menjadi upaya pemerintah untuk membuka lapangan kerja guna penanggulangan pengangguran masyarakat di desa.

Diutaran oleh Waruwu bahwa semenjak bergulirnya program PNPM-MP di kota Gunungsitoli yang terdiri dari enam Kecamatan, pada tahun 2010 hingga 2011 melalui program dimaksud, telah berhasil membuka badan jalan baru sepanjang 49 kilometer yang tersebar di enam kecamatan, 48 kilometer jalan tersebut sudah layak di aspal. Selain kegiatan dimaksud juga telah berhasil dibangun satu unit jembatan permanen di desa onozikho Kecamatan Gunungsitoli Barat.

“Kegiatan ini dapat direalisasikan sebagimana yang direncanakan, dan tidak terlepas dari tingginya antusiasme masyarakat, serta semangat kegotongroyongan yang telah terbina sejak lama dalam masyarakat dan dewasa ini masyarakat juga dapat memahami akan manfaat dari pembangunan itu sendiri,” pungkasnya. (Deni)

Sumber : http://www.beritanda.com/

Last Updated on Monday, 29 October 2012 06:10

Hits: 489

TPK PNPM Libatkan RTM Dalam Perencanaan Kegiatan

Selasa, 23 Oktober 2012

Mejasem - Siwalan,Pekalongan.

Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM MD) Desa Mejasem Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan mengadakan musyawarah dusun (musdus) untuk tahun anggaran 2013 beberapa waktu yang lalu di balaidesa Mejasem dengan melibatkan Rumah tangga miskin (RTM).

Ali ashadi selaku ketua TPK mengatakan bahwa Musdus merupakan wadah untuk menggali gagasan atau usulan dari masyarakan untuk kegiatan yang akan dilaksanakan oleh PNPM MD baik berupa kegiatan fisik (sarana prasarana) maupun non fisik (Simpan pinjam perempauan dan pelatihan ketrampilan). Ali ashadi mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk dapat mengeluarkan usulan-usulan yang berguna untuk membangun Desa Mejasem sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh masyarakat itu sendiri khususnya rumah tangga miskin.

Di dalam musdus dilakukan musyawarah yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat khususnya RTM (rumah tangga miskin) karena salah satu tujuan dari PNPM adalah untuk penanggulangan kemiskinan, maka dalam musdus RTM dilibatkan secara langsung dalam penggalian gagasan agar usulan yang muncul sesuai apa yang diharapkan oleh RTM, kata Ali ashadi

Musdus dimulai dengan diskusi seluruh anggota musyawarah untuk menentukan kriteria RTM dan membuat peta sosial desa yang berisi lokasi-lokasi desa tentang kondisi riil sosial ekonomi masyarakat, kemudian peserta musdus menggali apa yang menjadi masalah yang dihadapi oleh masyarakat khususnya RTM, mencari penyebab masalah yang timbul di masyarakat, serta mencari potensi-potensi apa yang ada untuk menanggulangi kemiskinan dan mencari solusi yang tepat untuk menghadapi masalah kemiskinan yang dihadapi RTM. Harapannya usulan yang nantinya terdanai oleh PNPM MD sesuai harapan masyarakat khususnya RTM.

Hal senada disampaikan oleh Nasikhin selaku Kepala Desa Mejasem dalam sambutannya mengatakan bahwa Musdus merupakan alat untuk menggali gagasan-gagasan warga untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan desa Mejasem. Karena menurutnya PNPM MD adalah kegiatan yang berasal dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Maksudnya adalah segala usulan PNPM muncul dari masyarakat melalui musdus, PNPM juga dilaksanakan oleh masyarakat yaitu TPK yang dipilih oleh masyarakat dan diawasi oleh masyarakat dan melibatkan masyarakat dalam pelaksanaannya, serta kegiatan PNPM adalah untuk masyarakat yaitu untuk kesejahteraan masyarakat khususnya RTM. (djn-pkl)

Sumber : http://www.jrkjateng.org/

Last Updated on Monday, 29 October 2012 06:03

Hits: 556

Wagubri Apresiasi Program Peremajaan Karet dan RIS-PNPM

26 Oktober 2012

Kunjungi Sejumlah Proyek di Kuansing

BERITA RIAU(TALUK KUANTAN), situsriau.com- Program peremajaan karet dan RIS-PNPM yang telah direalisasikan Kabupaten Kuantan Singingi mendapat apresiasi dari wakil gubenur Riau,H.R Mambang Mit, saat meninjau sejumlah proyek yang ada di Kabupaten Kuansing, Kamis (25/10) kemarin.

“Program peremajaan karet tua rakyat dan pelaksanaan program RIS-PNPM yang telah berjalan dengan baik patut kita apresiasi, karena kedua program ini dinilai sangat membantu dalam mempercepat perekonomian dan pembangunan masyarakat yang ada di pedesaan,” ujarnya disela-sela kunjungannya tersebut.

Menurutnya, program peremajaan kebun karet tua rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi saat ini sangat jelas manfaatnya bagi masyarakat, karena memang sebagian besar masyarakat di daerah ini memiliki lahan perkebunan, seperti karet dan sawit. “Kita menilai program ini sangat bagus dan layak dilanjutkan,” ujarnya.

Sementara itu, Mambang Mit juga memuji pelaksanaan program RIS PNPM di Kuansing, terutama di Kenegerian Teratak Air Hitam Kecamatan Sentajo Raya. Program ini dinilainya telah mampu membantu masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di pedesaan. “Kita melihat program Ris PNPM bagus dan sangat membantu dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur di desa ini,” puji Mambang.

Tidak hanya program RIS-PNPM yang mendapat pujian dari Mambang Mit, elektrifikasi listrik yang mencapai 89 persen di Kuansing juga diapresiasinya.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Wagub Mambang Mit didampingi oleh Wakil Bupati Drs H Zulkifli MSi, para kadis, kaban dan sejumlah pegawai lainnya di lingkungan Pemkab Kuansing. Kunjungannya ini diawali dengan meninjau bangunan Farmasi yang saat ini dibangun di sekitar komplek perkantoran Pemkab Kuansing.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan monitoring ke Kenegerian Teratak Air Hitam untuk meninjau sejumlah infsratruktur yang ada di pedesaan, diantaranya realisasi pelaksanaan program Ris-PNPM dan kawasan budi daya ternak sapi. Seterusnya, Wagub juga meninjau pelaksanaan program peremajaan kebun karet tua rakyat dan pembangunan Puskesmas Rawat Inap di Desa Perhentian Luas Kecamatan Logas Tanah Darat.

Wakil Bupati Drs H Zulkifli MSi yang mendampingi kunjungan Wagubri tersebut berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur yang ada di pedesaan, terutama di 229 desa yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kuansing H Wariman DW SP mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Riau yang telah mengapresiasi program peremajaan kebun karet tua rakyat di Kuansing. Kedepan, program ini nantinya akan tetap menjadi andalan pihaknya dalam membantu masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan.

Sedangkan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Fahruddin ST menambahkan, kalau program Ris-PNPM ini hanya untuk sementara. Karena kedepannya, diharapkan masyarakat mampu terus menjaga dan melestarikan apa yang telah dibangun melalui program ini dalam meningkatkan infrastruktur di pedesaan.

Ia berharap, melalui kunjungan Wagubri ini hendaknya meningkatkan partipasi Pemprov Riau dalam mempercepat pembangunan di Kuansing, terutama dengan dana sharing antara kabupaten dengan provinsi. Sehingga program yang dilaksanakan oleh pemerintah berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat. ‘Itu yang kita harapkan dari kunjungan Pak wagub ini,” harapnya. (rat)

Sumber : http://www.situsriau.com/

 

Last Updated on Monday, 29 October 2012 06:10

Hits: 568

PNPM Perkotaan Turunkan Kemiskinan 2,92%

Senin, 22 Oktober 2012

BANDUNG, (CNC).- Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan Jabar dianggap mampu memerangi angka kemiskinan sebesar 2,92%. Demikian disampaikan Asisten Administrasi Pemprov Jabar Iwa Kartiwa, dalam acara Peningkatan Kapasitas Kemitraan Antar Pelaku PNPM Mandiri Perkotaan di Graha Yudha Wastu Pramuka, Jalan WR Supratman, Senin (22/10) siang.

"Alhamdulillah, PNPM Perkotaan mampu menurunkan angka kemiskinan di Jabar sebesar 2,92% atau jauh diatas angka nasional yang hanya mampu menurunkan kemiskinan sebesar 0,8%," katanya didepan 1.000 Pelaku PNPM. Dia menjelaskan, anggaran PNPM sebesar Rp 258 miliar dari Pemprov Jabar dianggap mampu menyentuh 11 juta jiwa dan dinikmati 70% masyarakat miskin. Adapun anggaran PNPM Nasional yang digelontorkan pemerintah pusat sebesar Rp 860 miliar.

Sementara itu, Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Jabar Eddy Nasution, menyebut seluruh pelaku PNPM Mandiri Perkotaan sebagai Patriot Pembangunan. Untuk itu, ia berharap agar para pelaku PNPM Mandiri Perkotaan dapat cepat beradaptasi dengan kondisi dan karakter masyarakat di wilayah dampingannya.

"Kondisi di satu wilayah dengan wilayah lainnya kan tidak sama. Diperlukan penyikapan, perlakuan dan pendampingan yang berbeda dari lara patriot pembangunan ini," jelasnya. Selain itu, ia juga mengapresiasi pendampingan yang telah dilaksanakan oleh seluruh pelaku dalam rangka pemberdayaan masyarakat.

Berdasarkan pantauan yang dilakukannya, Eddy berharap produk yang dihasilkan KSM ekonomi tidak hanya diarahkan pada makanan atau barang dagangan semata. ”KSM hendaknya mulai diarahkan untuk dapat memproduksi alat atau barang yang memiliki daya ungkit tinggi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Lebih lanjut Ia berpesan kepada seluruh pelaku PNPM Mandiri Perkotaan agar dapat menjadi garis terdepan dalam gerakan 'Mencintai Produk Dalam Negeri' dengan melakukan inovasi. " Jadi jangan terjebak pada rutinitas yang ada, melainkan terus berinovasi dan mengasah keberanian," pesannya. (Hasan/job)

Sumber : http://cirebonnews.com/

Last Updated on Tuesday, 23 October 2012 03:40

Hits: 508