PNPM Mandiri

Switch to desktop Register Login

PNPM Mandiri Aceh telah bina 14 ribu kelompok ekonomi

Senin, 15 Oktober 2012

BANDA ACEH - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan di Provinsi Aceh hingga kini telah membina 14 ribu kelompok ekonomi perempuan.

"Ada sekitar 14 ribu kelompok ekonomi perempuan yang sudah kami bina," kata Koordinator Provinsi PNPM Masyarakat Pedesaan Regional Management Consultant (RMC) 1 Aceh Rusli Mohammad Ali di Banda Aceh, Senin.

Ia mengatakan, kelompok ekonomi perempuan tersebut umumnya bergerak di bidang simpan pinjam. Di mana kelompok ini memberikan pinjaman usahanya kepada para anggota untuk menggerakkan ekonomi keluarga.

Rusli Mohammad menyebutkan pembinaan meliputi peningkatan kapasitas kelompok berupa pelatihan pembukaan keuangan hingga usaha apa saja yang berpotensi untuk dikembangkan.

"Sebelum mendapat bantuan dana dari PNPM, kelompok ekonomi perempuan ini wajib menjalani proses pembinaan selama setahun. Jika dianggap sudah mampu, maka barulah dana dikucurkan," katanya.

Ia mengatakan, bantuan yang diberikan tergantung program yang diajukan dengan jumlah maksimal Rp30 juta. Selanjutnya, pengurus kelompok akan menyalurkan kepada para anggotanya.

"Modal usaha ini berupa pinjaman lunak dengan bunga lebih rendah dari suku bunga perbankan. Pinjaman ini harus dikembalikan karena sifatnya bergulir dan selanjutnya disalurkan kepada anggota kelompok yang belum menerima manfaat," katanya.

Rusli Mohammad menyebutkan tingkat pengembalian pinjaman yang dikelola 14 ribu kelompok tersebut terbilang tinggi. Persentase mencapai 97 persen.

"Ini sesuatu menggembirakan karena hanya tiga persen saja yang bermasalah dengan pengembalian pinjaman. Kami akan terus memantau sejauh mana perkembangan usaha 14 ribu kelompok ekonomi perempuan tersebut," kata Rusli Muhammad.

Sumber : Antara

Sumber : http://www.bisnisaceh.com/

Last Updated on Tuesday, 16 October 2012 09:26

Hits: 670

Program PNPM Mandiri dan Respek Berhasil di Distrik Eligobel Merauke

16 October 2012

Merauke, InfoPublik – Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri yang digulirkan pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah daerah di Kabupaten Merauke, terus berusaha dilaksanakan dengan baik dan optimal oleh Kampung Metaat Makmur Distrik Eligobel.

Sehingga atas kinerja dan kerjasama yang baik antara aparatur  pemerintah dan masyarakat, semua program  bisa benar-benar berjalan dengan optimal.

Kampung Metaat Makmur berhasil meraih juara dua kali berturut-turut, yakni mulai tahun 2011-2012 dalam melaksanakan program pemerintah berupa program PNPM Mandiri-Respek.

Kampung Metaat mendapatkan peringkat pertama atau terbaik pekaksanaannya di antara 11 kampung lain di wilayah Distrik Eligobel. Hal itu pun dapat terlihat dari penerimaan dana PNPM Mandiri Kampung Metaat Makmur hingga sebanyak Rp200 juta.

Kepala Kampung Metaat  Makmur, Mulyono, belum lama ini, mengungkapkan sudah 2 kali berturut-turut dari program Respek maupun PNPM Mandiri itu termasuk Kampung Metaat Makmur mendapat peringkat pertama, dan untuk PNPM pihaknya mendapat Rp200 juta sedangkan yang lain tidak sampai begitu..

Peringkat pertama telah berhasil diraih itu merupakan hasil kerja keras yang tak henti-henti dengan memenuhi beberapa kriteria target pelaksanaan secara maksimal.

Salah satunya adalah kualitas bangunan yang maksimal, pembuatan laporan tepat, swadaya masyarakat atau kegotong royongan masyarakat sangat kuat sehingga semua program pemerintah benar-benar dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala. (14/ Media Center/toeb)

Sumber : http://www.radarmerauke.com/

Last Updated on Tuesday, 16 October 2012 09:20

Hits: 606

TPK PNPM - MPd Desa Santong Bangun 2 unit MCK

Jumat, 12 Oktober 2012

Santong ( RBM ) – Ketua Pelaksana Kegiatan ( PK ) PNPM-GSC Desa Santong, Saprudin, S.Pd mengungkapkan kebanggaannya atas antusias warga dalam merealisasikan program PNPM Generasi Sehat dan Cerdas ( GSC ) di Dusun Mekarsari dan Santong asli Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.

Hal ini diungkapkannya disela-sela pembuatan 2 unit fasilitas mandi cuci kakus (MCK) untuk dua kelompok masyarakat di Desa Santong, akhir pekan lalu. “Melihat antusias dan partisipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini patut kita apresiasi, karena sasaran dari program PNPM-GSC ini memang untuk pemberdayaan, Biaya Pembangunan MCK ini bersumber dari PNPM-GSC tahun 2012 sebesar Rp. 32.535.450 – untuk 1 Unitnya dengan waktu Pelaksanaan pembangunan 45 hari” ujar Saprudin.

Menurut Saprudin, pembuatan 2 MCK di Desa Santong ini setelah pihaknya menerima usulan dari masyarakat setempat dan setelah di lakukan survey ternyata memang layak dibangun di lokasi tersebut. Karena sebelumnya warga melakukan kegiatan mandi, mencuci dan buang air besar hanya dilakukan ditempat terbuka bahkan di aliran sungai dan tentu saja dampaknya sangat mencemarkan.

“Setelah kita menerima usulan dari masyarakat tentang apa keinginan dan kebutuhan mereka, kita langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisinya ternyata memang di lokasi tersebut layak untuk dibangun MCK ini, karena kita lihat dirumah-rumah penduduk disekitar lokasi tersebut masih banyak sekali yang tidak memiliki fasilitas MCK,” ujar Saprudin.

Untuk satu unit MCK ini dimanfaatkan dan dikelola oleh sekitar 20 Kepala keluarga yang ada di Dusun Mekarsari dan yang satu unitnya lagi di Dusun Santong Asli. “Mereka ini lah nanti yang bertanggung jawab terhadap perawatan MCK, dan untuk perawatannya kita sarankan kepada mereka untuk membuat jadwal gotong royong setiap minggunya,” papar Saprudin.

Disamping pembuatan 2 unit MCK, di lokasi tersebut juga diakukan kegiatan peningkatan Rabat jalan sepanjang 200 meter dan pengerjaan Drainase sepanjang 825 meter, Nilai Kegiatan sebesar Rp. 262,819,500 (Dua ratus enam puluh dua juta delapan ratus Sembilan belas ribu lima ratus rupiah ), DO UPK Rp. 5,533,000 ( Lima juta lima ratus tiga puluh tiga ribu rupiah) DO TPK Rp. 8,299,600 ( Delapan juta dua ratus Sembilan puluh Sembilan ribu enam ratus rupiah ) dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari.

Sementara itu Kepala Desa Santong,” Muhakim”, juga sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warga masyarakat,. Oleh sebab itu dirinya sebagai pemimpin masyarakat Desa Santong menghimbau kepada seluruh warga untuk ikut berpartisipasi mensukseskan program PNPM ini. Apalagi Desa Santong salah satu Desa percontohan dalam pelaksanaan Kegiatan Program PNPM di Kecamatan Kayangan. (Yudik/Eko/Ari)

Sumber : http://rbmlombokutara.blogspot.com/

 

Last Updated on Friday, 12 October 2012 09:07

Hits: 669

Sarana Jalan Program PNPM Perkotaan Diresmikan

13 Oct 2012

Bulletin Rakom Sulut - Bulletin Rakom Sulut

Manado, SuaraKomunitas.Net - Tiga buah sarana jalan yang dibangun dari anggaran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat - Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) di Kota Manado berhasil selesai sesuai rencana dan langsung diresmikan oleh Wakil Walikota (Wawali) Manado, Harley Mangindaan.

Sebelum peresmian dilakukan, Wawali Mangindaan memberikan penyampaian kepada warga supaya terus merawat sarana jalan yang telah dibuat. Harapannya agar masyarakat turut berpartisipasi menjaga jalan yang telah dibangun bersama melalui bantuan anggaran dari PNPM Perkotaan.

 

“Jerih payah kita dalam membangunnya harus dibarengi dengan tindakan nyata untuk memelihara dan menjaga hasil kerja keras kita bersama,” harap Mangindaan yang disambut tepuk tangan dari warga.

Peresmian tiga buah jalan program PNPM Perkotaan itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Harley Mangindaan yang dipusatkan di Kelurahan Mahawu, Lingkungan VI, Kecamatan Tuminting, Kota Manado. (tim rakom)

Sumber: Bulletin Rakom Sulut Edisi Oktober 2012.

Sumber : http://suarakomunitas.net/baca/27466/

Last Updated on Monday, 15 October 2012 08:46

Hits: 476

Alfis Basyir : PNPM-MP Selalu Utamakan Azas Keterbukaan

Rabu, 10 Oktober 2012

BAYANG, PESSEL, SO--Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedeaan (PNPM-MP) Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) adakan musyawarah bersama terkait pelatihan yang akan dilaksanakan kepada pelaku-pelaku PNPM-MP di nagari.

Musyawarah yang dihelat, Rabu (10/10) dipimpin langsung Camat Bayang, Alfis Basyir, SE, M.Hum bersama Fasilitator Kecamatan (FK), PJOK dan UPK.  

"Hasil musyawarah yang dihelat jelang shalat zhuhur membahas pelaksanan pelatihan terhadap pelaku-pelaku PNPM-MP pada tingkat nagari disamping menjalin hubungan silaturahmi," terang Camat Bayang, Alfis Basyir, SE, M.Hum kepada www.sumbaronline.com usai memimpin acara musyawarah tersebut.

Kesepakatan yang diambil dalam musyawarah itu adalah menghadirkan 108 orang pelaku-pelaku PNPM-MP di tingkat nagari. Pelaku tersebut diantaranya, Wali Nagari,Sekna, LPMN,PJOK, KPMN, Bamus Nagari, Sestrawan, Kasi Ekobang dan pelaku lainnya. Dijadwalkan pelaksanaannya tanggal 16-17 Oktober tahun ini, bertempat di SKB kabupaten Pesisir Selatan.

"Acara pelatihan yang akan kita helat nanti dibagi dalam 2 angkatan, dengan jumlah satu angkatannya 54 orang, sehingga total peserta berjumlah 108 orang," jelasnya.

Alfis berharap semoga pelaksanaan PNPM di Kecamatan selalu menjadi yang terbaik pada tingkat kecamatan. Karena setiap pertemuan bersama baik pelaku tingkat kecamatan, kabupaten, selalu mengingatkan azaz keterbukaan dan transparansi sesama anggota dan juga kepada masyarakat.

"Kita berharap tetap mengutamakan azas keterbukaan dan transparansi, kemudian kepada pelaku kita harapkan tetap tahu dengan tugas dan fungsinya, sehingga Program Nasional ini akan berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan yang ada," pungkasnya.

Dilaporkan : Mulyadi

Sumber : http://sumbaronline.com/

 

Last Updated on Thursday, 11 October 2012 09:54

Hits: 467