PNPM Mandiri

Switch to desktop Register Login

FK Cigasong Monitoring Hasil Kegiatan TPK PNPM Tenjolayar

8 Januari 2013

Mekarmulya. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Perdesaan anggaran tahun 2012 di Desa Tenjolayar sudah selesai dirampungkan. Pada tahun ini Tenjolayar mendapat 2 kegiatan (rehab jembatan dan rehab madrasah), Tien Desatiani S Ag.(41) Fasilitator Kecamatan Unit Pengelola Kegiatan (FK UPK) Cigasong mengadakan monitoring ke Gedung Madrasah AL HUDA yang terletak di depan Balai Desa Tenjolayar, Senin (7/1) yang diterima Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Tenjolayar dan perangkat desa.

“Saya merasa bangga kepada kinerja TPK Tenjolayar yang telah menyelesaikan program ini bersama masyarakat mewujudkan impiannya dan hasilnya melebihi target yang direncanakan sehingga bangunan ini terlihat bagus dan megah. Semoga kedepannya Tim Pengelola Pemelihara dan Perawatan (TP3) bisa berjalan sesuai harapan kita.” ucapnya kepada Media Tenjolayar.

Sumber : http://tenjolayar.desamembangun.or.id/

Last Updated on Tuesday, 08 January 2013 05:21

Hits: 769

Pelatihan UPK Diharap Otimalkan PNPM Karimun

Written By Jurnal Terkini on Minggu, 06 Januari 2013

Karimun, Kepri, (jutek) - Dalam rangka menanggulangi kemiskinan, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Integrasi di Kabupaten Karimun, belum lama ini menggelar pelatihan bagi Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) dan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) di Wisma Karimun, Tanjung Balai Karimun.



Koordinator Pelatihan UPK dan TKP PNPM Karimun Heru Setiabudi (5 kanan) dan Syarifuddin (tengah) berfoto bersama panitia pelatihan (foto: edy)

UPK dan TKP PNPM Integrasi yang mengikuti pelatihan berasal dari Kecamatan Meral, Tebing, Karimun dan Buru.

Kegiatan pelatihan tersebut didukung pemerintah daerah dan koordinator PNPM Integrasi Kabupaten Karimun serta team faskel Karimun yang selama ini terlibat langsung dalam PNPM Integrasi.

Pelatihan dihadiri oleh sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) dan Kesbang, H. Muhammad Isnaini, S.Sos mewakili Kepala BPMD H.Usman Ahmad, Camat , PJO Kabupaten, Satker PNPM Integrasi, PJOK  Kecamatan Meral, Karimun, Tebing dan Buru serta Lurah/ kades dari 22 kelurahan/ desa se-Karimun.

Ketua pelaksana Suratno mengatakan, pelatihan dilatarbelakangi dari permasalahan-permasalahan di lapangan yang telah ditemui.

"Maka kami dari UPK menggelar pelatihan dengan tujuan memberikan pemahaman dasar, informasi dan strategi pendampingan serta penguatan kapasitas UPK dan TPK, serta para relawan dalam Program PNPM Integrasi dalam penanggulangan kemiskinan diwilayahnya masing-masing.

Kemudian, mendorong UPK dan TPK agar mempunyai kapasitas dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan keadministrasian dalam Program PNPM Integrasi serta mendorong UPK, TPK, BKAD, kepala kelurahan/ kades untuk mengambil peran aktif terkait persoalan-persoalan penanggulangan kemiskinan, sehingga nantinya tercipta pola hubungan yang terkoordinasi, tersistematis sehingga menghasilkan program kerja yang bertumpu pada Pro Poor, Pro Job dan Pro Growth.

"Peserta pelatihan sebanyak 52 orang yang terdiri dari peserta UPK sebanyak 12 orang, TPK  sebanyak 36 orang dan BKAD sebanyak 4 orang yang terdiri dari 4 kecamatan,  Kecamatan Karimun, Kecamatan Meral, Kecamatan Tebing dan Buru dan pelaksanaan kegiatan pelatihan dilaksanakan selama dua hari," ungkap Suratno

Muhammad Isnaini dalam sambutan dan sekaligus membuka pelatihan mendukung sepenuhnya atas kegiatan yang di laksanakan pihak panitia pelatihan tersebut.

Dengan adanya program pelatihan ini tentunya akan dapat membantu Pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, supaya masyarakat bisa mandiri untuk membangun sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di setiap daerah masing-masing serta mengembangkan segala usaha baik dibidang pertanian, perikanan maupun usaha kerajinan tangan.

"Untuk itu agar camat, lurah dan kepala desa mengambil peran aktif terkait persoalan-persoalan pelaksanaan program PNPM Integrasi yang terjadi di lapangan nantinya," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan agar nanti tercipta pola hubungan yang terkoordinasi dan sistematis, sehingga menghasilkan program kerja yang pro terhadap penanggulangan kemiskinan.

"Yang terpenting sekali dengan adanya pelatihan ini hendaknya harus bermanfaat bagi masyarakat, sehingga harapan kedepannya dapat mewujudkan pengentasan kemiskinan di daerah-daerah pedesaan," ujarnya.

Koordinator PNPM Integrasi Karimun, Heru Setiabudi mengatakan, PNPM Integrasi merupakan program yang mencoba mengintegrasikan pengelolaan pembangunan partisipatif pola PNPM Integrasi ke dalam pola reguler, yang mana mendorong penyelarasan perencanaan teknokrasi, politis maupun partisipatif, sehingga mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dan pemerintah lokal dalam penyelenggaraan pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Program PNPM Intergrasi ini telah ada di Kabupaten Karimun sejak tahun 2011, yang mana program tersebut mengintegrasikan 2 program sekaligus, yaitu PNPM Mandiri Perkotaan dan PNPM Mandiri Pedesaan.

"Untuk wilayah dampingan PNPM Mandiri Perkotaan pada tahun 2011 yang mendapatkan program PNPM Integrasi ada 11 kelurahan/ desa dan pada tahun 2012  yang mendapat program PNPM Integrasi ada 12 kelurahan/ desa yang tersebar di kecamatan Karimun, Meral, Tebing dan Buru. Dalam pelaksanaan PNPM Integrasi tersebut sering juga mengalami kendala baik secara konseptual maupun di lapangan," ujar Heru. (edy)

Sumber : http://www.jurnalterkini.com/

Last Updated on Tuesday, 08 January 2013 05:01

Hits: 819

PNPM Bantu Puluhan Jompo

Jumat, 4 Januari 2013

KARIMUN (HK)-Puluhan orang tua jompo mendapat bantuan paket sembako dan bantuan langsung masyarakat (BLM) melalui program nasional pemberdayaan masyakat (PNPM) mandiri tahun 2013 di Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Meral, Kamis (3/1) .

Wajah-wajah tua nan renta itu nampak tersenyum sumringah ketika mendapat bantuan paket sembako yang diserahkan mantan Ketua Badan Keswadyaan Masyarakat (BKM) Usaha Bersama Kelurahan Sei Raya, Nyimas Novi Ujiani di Gedung Serbaguna Kantor Lurah Sei Raya tersebut. 

Menurut Novi, bantuan yang diserahkan kepada orang tua jompo itu merupakan hasil usaha bidang kerja sosial berupa penyewaan tenda dan alat-alat pesta bagian dari program PNPM di Kelurahan Sei Raya. 

“Hasil usaha tersebut selalu dibagikan kepada masyarakat kurang mampu yang membutuhkan,” kata Novi.

Menurutnya, dalam program PNPM di tengah masyarakat terdapat tiga bidang kerja yakni program lingkungan hidup, ekonomi dan sosial.  Bantuan yang diberikan kepada orang tua jompo tersebut termasuk bagian dari bidang kerja sosial.

Selain bidang kerja itu kata Novi, program PNPM juga lebih banyak dilakukan dalam bentuk kegiatan fisik seperti pembuatan drainase, semenisasi jalan, batu miring dan gorong-gorong.  Tahun  2013 ini, proyek fisik lebih dititikberatkan pada pembuatan drainase karena Karimun termasuk daerah rawan banjir. 

Novi menyebutkan, jika dibandingkan dengan tahun 2012 lalu, dana yang dikucurkan pemerintah dalam program PNPM lebih kecil pada 2013 ini. Jika tahun 2012 lalu total bantuan sebesar Rp100 juta, namun sekarang hanya sebesar Rp75 juta. (ham)

Sumber : http://www.haluankepri.com/

Last Updated on Friday, 04 January 2013 07:48

Hits: 674

Penyandang Cacat Terima Bantuan dari PNPM

Senin, 31 Desember 2012

Penulis: Wawan

RENGAT, GORIAU.COM - Sebanyak 74 orang penyandang cacat yang berasal dari 20 Desa di Kecamatan Batang Cenaku, Sabtu (29/12/2012) menerima bantuan sosial (Bansos) dari hasil pengeloaan dana simpan pinjam perempuan (SPP), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan tahun 2011.

Ketua Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Batang Cenaku, Sri Suhartini menjelaskan, pengelolaan dana SPP sudah dimulai sejak tahun 2005 - sampai dengan tahun 2011 dengan total pinjaman yang digulirkan sebesar Rp10,6 miliar dan realisasi pengembalian pinjaman sebesar Rp7,805 miliar sedangkan bunga yang berhasil didapat sebesar Rp1,138 Miliar. ''Jumlah saldo sebesar Rp2.838 Miliar masih berada di tangan peminjam termasuk pokok dan bunganya,'' papar Sri yang sudah bertugas sejak tahun 2005 ini.

Dikatakan Sri, dari besaran bunga yang berhasil didapat ini, pihaknya menyisahkan dana untuk bantuan sosial untuk penyandang cacat yang berada di Kecamatan Batang Cenaku. ''Pencatatan terhadap para penyandang cacat ini kita lakukan bersama dengan aparat Pemerintah Desa dibantu kader pemberdayaan PNPM yang ada dimasing-masing Desa,'' jelasnya.

Ditambahkan Sri Suhartini untuk tahun ini masing-masing penyandang cacat menerima bantuan sosial sebesar Rp500.000. ''Bantuan ini jangan dilihat dari jumlah besarannya akan tetapi dilihat dari wujud kepedulian PNPM Md itu sendiri dimana program ini, pelaksanaanya direncanakan oleh masyarakat, dilaksanakan oleh masyarakat dan diawasi langsung oleh masyarakat,'' papar Sri.

Sementara itu, Camat Batang Cenaku, menyampaikan apresiasinya kepada Ketua UPK Sri Suhartini beserta anggotanya atas pelaksanaan PNPM M.Pd di Kecamatan Batang Cenaku yang dinilainya telah berhasil menjalankan tugasnya dengan baik sehingga pelaksanaannya simpan pinjam perempuan (SPP) bisa tertib administrasi dan tepat sasaran.

''Dari hasil keuntungan SPP tahun 2011 mereka memperoleh suplus, dari hasil suplus tersebut disepakati kalau itu diserahkan kepada penyandang cacat yang ada di darah tersebu,'' jelasnya.

Dijelaskan Mantan Sekretaris Kecamatan Lirik ini, dari pengelolaan simpan pinjam Perempuan (SPP) pada tahun 2010 lalu pihaknya mendapatkan penghargaan terbaik dari Pemerintah Propinsi Riau.

''Saya berharap kegiatan bansos tidak berhenti disini saja, tahun depan saya berharap dapat ditingkatkan lagi,'' ujar Camat Batang Cenaku Penyerahan bantuan sosial ini berlangsung di Aula Kantor Camat Batang Cenaku, dan dihadiri Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Ketua Pengawas Unit Pelaksana Kegiatan,Fasilitator Kecamatan (FK),Kader Pemberdayaan (KP) masing-masing Desa dan Kepala Desa beserta Ketua BPD. (aun)

Sumber : http://www.goriau.com/

 

Last Updated on Monday, 07 January 2013 08:04

Hits: 724

BPMPN: Masyarakat Berperan Aktif Sukseskan PNPM-MP

Selasa, 1 Januari 2013

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Nagari Kabupaten Agam Drs Welfizar, mengatakan, masyarakat setempat berperan aktif dalam mensukseskan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) untuk meningkatkan ekonomi.

"PNPM di Kabupaten Agam menjadi salah prioritas untuk percepatan pembangunan dan penanggulangan kemiskinan," Welfizar pada AMC, Selasa (1/1).

Menurutnya, dalam menyukseskan program ini tentu dibutuhkan kerjasama yang baik dari berbagai pihak, sehingga segala niat serta rencana dapat terlaksana dengan baik.

Untuk mendukung program ini, Pemerintah Kabupaten Agam melaksanakan sosialisasi yang melibatkan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta para Ketua UPK, BKAN, Camat se-Kabupaten Agam, PJOK, Sekretaris UPK dan lainnya.

"Dengan dilaksanakannya sosialisasi antar sektor akan memperkuat komitmen dalam penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat ," ujar dia.

Dalam mensejahterakan masyarakat, diperlukan program-program prorakyat yang nyata dirasakan masyarakat yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, usaha mikro, kecil, koperasi dan berbagai pembangunan lainnya. (jon/AMC)

Sumber : http://www.agammediacenter.com/

 

Last Updated on Friday, 04 January 2013 07:48

Hits: 788