PNPM Mandiri

Switch to desktop Register Login

UPK dan BKAN jadi Unggulan PNPM Perdesaan Lubuk Basung

Senin, 12 November 2012

LUBUK BASUNG, AGAM, SO--Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dan Badan Kerjasama Antar Nagari (BKAN) pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) - Mandiri Perdesaan di Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam telah dinilai tim penilai berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat.

"Dua unggulan tersebut yaitu UPK dan BKAN kategori kelembagaan di Kecamatan Lubuk Basung, telah dinilai tim Provinsi Sumatera Barat, dimana kita masuk dalam 6 besar," kata Camat Lubuk Basung, Rahmat Lasmono, Senin (12/11) .

Disebutkannya, terpilihnya kecamatan Lubuk Basung mengikuti ajang penilaian tersebut, karena telah meraih juara satu tingkat Kabupaten Agam dan sekarang melaju pada penilaian tingkat Sumbar.

"Sekarang kita sedang menunggu hasil penilaian tersebut, mudah-mudahan dapat yang terbaik dan tahun 2011 UPK Lubukbasung juara harapan satu tingkat Sumbar," tambahnya.

Jika UPK dan BKAN dinyatakan terbaik dan berprestasi tingkat propinsi bakal melaju pada tingkat nasional dalam meraih penghargaan "Kompak Award".

"Penghargaan "Kompak Award” diberikan kepada lembaga, pelaku dan pembina PNPM-MPd terbaik nasional untuk kategori, Unit Pengelola Kegiatan (UPK), Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Pendamping Lokal (PL), dan Perencaan Pembangunan Desa (PPD)," tuturnya

Disisi lain, ajang penilaian ini, juga memberikan mamfaat kepada pelaku pembangunan dan insan pemberdayaan masyarakat yang memiliki dedikasi, prestasi dan tanggungjawab dalam pelaksanaan tugasnya di daerahnya untuk lebih baik.

Dilaporkan : jon - amc 

Sumber : http://www.sumbaronline.com/

Last Updated on Wednesday, 14 November 2012 04:00

Hits: 575

Motivasi Masyarakat untuk Maju

Senin,12 November 2012

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menginginkan agar kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) terus berlanjut dilaksanakan karena dapat merangsang atau memotivasi masyarakat lainnya untuk maju. 

Hal tersebut dikatakan Gubernur saat membuka Semiloka Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin (12/11). 

Menurut Gubernur, dengan adanya kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan akan dapat mendorong dan memotivasi pola pikir serta kebiasaan masyarakat untuk maju. Demikian juga dengan kebiasaan bergotong-royong yang masih melekat erat di masyarakat, terutama di pedesaan. 

"Solidaritas dan semangat gotong royong masyarakat masih tinggi dan perlu ditingkatkan. Siapa bilang semangat gotong royong telah pudar, " ujarnya.

Pemerintah Pusat dan Daerah, ujar Gubernur saat ini tengah bekerja keras utnuk mewujudkan tiga prioritas yaitu Pro Pertumbuhan atau pro-growth, Pro Lapangan Kerja atau pro-job dan Pro Masyarakat atau pro poor.

Tujuannya dari tiga prioritas ini adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja dan menciptakan pasar tenaga kerja yang fleksibel. Selain itu, juga untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas masyarakat agar dapat berkontribusi terhadap pembangunan. 

"Masyarakat akan merasa sejahtera dan tercukupi jika kebutuhan dasar seperti pangan, sandang dan papan terpenuhi. Ditambah lagi kebutuhan akan kesehatan, pendidikan, air bersih dan listrik terpenuhi," ucapnya. 

Untuk itu, Gubernur mengharapkan peran prangkat desa terutama peran para Camat sebagai ujung tombak pembangunan dipedesaan. Dengan kinerja Camat maka akan diketahui kemajuan, permasalahan dan kendala yang dihadapi untuk dicari pemecahannya. 

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kaltim, Mohammad Jauhar Effendi mengatakan pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan tahun 2012 diikuti oleh 10 kabupaten, 104 kecamatan dengan total dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp191,265 miliar. 

PNPM Mandiri Perdesaan juga menjangkau tiga kabupaten perbatasan yaitu Kabupaten Nunukan, Kutai Barat dan Malinau dengan alokasi dana BLM masing-masing sebesar Rp. Enam Miliar, Rp. Dua Miliar dan Rp.Lima Miliar. 

"Keberhasilan dalam pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan di Kaltim berkat dukungan semua pihak. Bahkan, Kaltim telah mendapatkan penghargaan dari Menko Kesejahteraan Rakyat sebagai Unit Pengelola Kegiatan terbaik tiga nasional," ujarnya.(yul/hmsprov)

Foto: MASYARAKAT SEJAHTERA. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mendapat kenang-kenangan dari warga peserta PNPM Mandiri Perdesaan. (johan/humasprov kaltim).

Sumber : http://www.kaltimprov.go.id/

Last Updated on Wednesday, 14 November 2012 03:59

Hits: 613

Orang Rimba Dapat Lahan 100 Hektar

Penulis : Nasrullah Nara

Jumat, 5 Oktober 2012 

DHRMASRAYA, KOMPAS.com - Bupati Dharmasraya, Adi Gunawan, menyediakan lahan garapan seluas 100 hektar, untuk tiga kelompok komunitas Suku Anak Dalam (SAD). Lahan itu merupakan bagian dari kawasan hutan, yang selama ini menjadi lokasi domisili bagi komunitas SAD atau juga disebut Orang Rimba di daerah tersebut.

"Orang Rimba tak lain adalah saudara-saudara kita yang mendiami jalur lintas tengah Sumatera, khusunya Sumatera Barat dan Jambi. Mereka juga berhak mendapatkan sumber penghasilan dari hutan yang selama ini mereka diami," ujar Adi, saat berbincang dengan Kompas di kediamannya, di Dharmasraya, Sumatera Barat, Jumat (5/10/2012) ini.

Perbincangan itu diawali dengan penjelasan Bupati Dharmasraya kepada Asisten Kedeputian Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenko Kesra, Magdalena.

Magdalena berada di Dharmasraya dalam rangka memonitor Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Peduli. Di daerah yang bertetangga dengan Provinsi Jambi tersebut, PNPM Peduli mengadvokasi pemenuhan hak dasar komunitas SAD yang selama ini luput dari jangkauan pemerintah.

Hak dasar yang dimaksud mencakup pendidikan, kesehatan, dan kepastian sumber penghasilan. Adi mengapresiasi kehadiran PNPM Peduli di daerahnya, sebagai upaya menyinergikan program pemerintah pusat dan daerah.

Tahun 2012 ini, pemerintah kabupaten Dharmasraya telah menyediakan dana sekitar Rp 2,9 miliar untuk pelayanan kesehatan bagi warga miskin, termasuk komunitas SAD.

Dinas Kesehatan Dharmasraya telah menyediakan jaminan kesehatan daerah untuk para orang Rimba di wilayah ini. Hasil pendataan menunjukkan jumlah warga komunitas SAD sekitar 60-100 orang.

Dalam dialog yang dipandu faslitator PNPM Peduli di Dharmasraya, Pandong Spenra, terungkap bahwa komunitas SAD terbagi dalam tiga kelompok besar yakni kelompok Marni, Penyiram, dan Yusuf.

Editor :Agus Mulyadi

Sumber : http://regional.kompas.com/

Last Updated on Wednesday, 14 November 2012 03:58

Hits: 453

Perbaikan Lingkungan Melalui BLM PNPM

Jum'at, 09 November 2012

Warga RT 37 dan RT 62 Kelurahan Manggar membangun fasilitas lingkungan melalui program BLM PNPM wilayah Manggar.

BALIKPAPAN– Adanya berbagai usulan kebutuhan prasarana lingkungan selain ditindaklanjuti melalui program Dana Perbaikan Lingkungan Kelurahan (DP2LK), Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan dan Kota Balikpapan, juga coba diwujudkan melalui Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Madani Perkotaan (PNPM-MP) Balikpapan.

Beberapa waktu lalu lingkungan RT 37 dan 62 kembali melaksanakan pembangunan prasarana di wilayahnya melalui BLM PNPM Kelurahan Manggar. “Proses usulan BLM  tak beda dengan bantuan DP2LK sebelumnya melalui masing-masing kelompok swadaya masyarakat (KSM,Red.), yang mana sebelumnya masing-masing KSM mengusulkan berbagai program baik yang menyangkut lingkungan, sosial, ekonomi dan sebagainya yang nantinya dapat dijadikan acuan dalam skala prioritas yang lebih diutamakan agar dapat dilaksanakan,” terang salah satu KSM RT 62 Sunaryo yang juga Ketua RT 62. 

Dalam pengerjaan kegiatan pembangunan proyek PNPM di wilayah RT 37 diperuntukan bagi pembangunan akses jalan. Sedangkan RT 62 dimanfaatkan untuk pembuatan siring (turap) untuk dapat menahan pergeseran tanah yang dapat berakibat longsor.

“Karena apabila tidak segera disiring di salah satu lahan tanah di lingkungan kami, khawatir akan longsor. Maka dari itu adanya bantuan PNPM tersebut dipergunakan bagi pembuatan siring,”jelas Sunaryo.

Apabila dana melalui BLM tersebut telah direalisasikan bagi pembangunan kebutuhan masing-masing wilayah, nantinya ada pelaporan. “Laporan dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban selama kegiatan pengerjaan pembangunan tersebut berjalan, karena BLM bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN),” tandasnya.(aji)

Sumber : http://www.balikpapanpos.co.id/

Last Updated on Wednesday, 14 November 2012 03:58

Hits: 592

PNPM-MP Nagan Raya Gelar Semiloka Sehari

Sabtu, 10 November 2012

RUSMAN RAFIUDIN

SUKA MAKMUE - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) Kabupaten Nagan Raya menggelar kegiatan Semiloka selama satu hari. Acara ini berlangsung di Aula Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPM-PKB), Sabtu 10 November 2012.

Acara ini dibuka langsung oleh Sekda Nagan Raya, Teuku Zamzami mewakili pemerintah setempat. Saat membuka acara, T Zamzami mengatakan, pihak Pemerintah Nagan Raya menyambut baik kegiatan tersebut.

Dia berharap, adanya sinergisitas antara pihak pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak lainya dalam menjalankan program tersebut terutama untuk menjaga hasil yang telah dicapai.

“Perlu diketahui bersama bahwa kesuksesan pelaksanaan program PNPM ini sangatlah perlu adanya sinergisitas,” kata Teuku Zamzami. Selain itu, dia mengharapkan peserta benar-benar mengikuti acara ini sampai selesai.

“Kesempatan ini tentunya harus betul-betul dimanfaatkan oleh seluruh peserta,” ujarnya.

Hadir dalam acara tersebut, para fasilitator dari PNPM, SKPK serta pihak DPRK setempat. (bna)

Sumber : http://atjehpost.com/

Last Updated on Monday, 12 November 2012 04:36

Hits: 456