PNPM Mandiri

Switch to desktop Register Login

Program PNPM Mudahkan Petani Angkut Hasil Pertanian

September 12, 2012 by admin   

SAMARINDA—vivaborneo.com, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Perkotaan yang merupakan sharing dana pemerintah pusat dan pemkot Samarinda, ternyata juga menyentuh sektor pertanian, dengan program semenisasi jalan tani atau di sekitar area pertanian dan sawah di RT 31 Joyo Mulyo kelurahan Lempake, sangat memudahkan petani mengangkut hasil tani dibanding sebelumnya.

“Sebelumnya harus hati-hati naik motor mengangkut hasil tani maupun padi kita saat musim hujan, salah-salah bisa jatuh. Tapi melalui program PNPM, akhirnya jadi kenyataan, jalan di sekitar lahan kita bisa mulus,” ungkap Sardi, salah satu petani sayur-sayuran dan sawah di RT 31 Joyo Mulyo kelurahan Lempake kepada wartawan, Selasa (11/9).

Begitu juga sebutnya ketika harus menggunakan gerobak sorong, dengan mulusnya jalan, beban mendorong ikut terkurangi.

Ponidi, Unit Pengelola Lingkungan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Suka Maju kelurahan Lempake membenarkan program semenisasi untuk mendukung petani di wilayah tersebut. “Bukan hanya petani saja, warga yang mau ke kuburan Muslimin pun menjadi nyaman melalui jalan ini,” beber Ponidi yang pernah menginjakan kaki ke Istana Merdeka setelah menjadi juara propinsi kontes pohon.

Tak hanya di RT 31 Joyo Mulyo saja, sebut Ponidi, sebelumnya pernah juga membangun jalan cor yang membelah persawahan. “Harapan kita, petani bisa dimudahkan. Karena saya juga petani, tahu betul apa kendalanya. Tentunya juga tidak terlepas dari kordinator BKM Suka Maju pak Abd Khotib yang tahu persis kondisi di lapangan,” ucap Ponidi yang juga mendapat penghargaan teladan nasional sewaktu diundang DPR RI mengikuti sidang paripurna.

Di samping membangun semenisasi di Joyo Mulyo tadi, sebut Ponidi, masih melalui dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PNPM tahun anggara 2011, juga dilaksanakan program pembangunan jembatan cor di Muang Dalam, pondasi jalan di RT 12, turap sungai di RT 21 Lempake Jaya, pengerasan jalan RT 27, cor gang RT 46, pondasi gang RT 41, cor gang di RT 7.

“Jujur, anggaran dari BLM tidak seberapa jumlahnya karena kita ingin dana BLM bisa merata. Tapi, walau tidak seberapa, volume pekerjaan lebih besar dari anggaran BLM, karena peran swadaya masyarakat lebih besar. Seperti membangun jalan tani di Joyo Mulyo tadi, dana BLM hanya Rp 10 juta tapi membangun jalan sepanjang 200 meter dengan lebar 1,5 meter. Padahal di proposal panjangnya 120 meter aja,” beber Ponidi lagi.

Disebutkannya, swadaya masyarakat luar biasa, ada yang menyumbang semen, batu, dan yang tidak ternilai adalah sumbangan tenaga para warga.“Masyarakat bangkit dengan program PNPM,” pungkas Ponidi. (vb/hms2)

Sumber : http://www.vivaborneo.com/

Last Updated on Monday, 17 September 2012 05:13

Hits: 561

PNPM Mandiri Banyak Berkontribusi Bagi Pembangunan di Daerah

Oleh MC Kabupaten Bone Bolango

Selasa, 11 September 2012

Bone Bolango, InfoPublik - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, telah banyak memberi kontribusi bagi pembangunan di daerah. Betapa tidak, melalui program ini, banyak infrastruktur, baik jalan, jembatan dan saluran air bahkan sekolah yang sudah di bangun.

Soal keberadaan PNPM  Mandiri ini mendapat apresiasi positif dari Pelaksana Tugas Bupati Bone Bolango Hamim Pou.

“Kegiatan PNPM Mandiri ini sangat nyata dan terlihat kerjanya. Berkat PNPM Mandiri, sudah banyak infrastruktur yang dibangun di daerah ini, “kata Hamim pada peresmian kegiatan PNPM  Mandiri se- kecamatan Bulango Selatan tahun anggaran 2012 dan peluncuran buletin Huyula, Sabtu (8/9).

Pada kegiatan yang dipusatkan di SD Bulango Selatan itu, Hamim juga mengatakan, kehadiran PNPM Mandiri ini, juga mendapat apresiasi dari masyarakat. “Dan atas dukungan masyarakat lah, maka pelaksanaan dari kegiatan-kegiatan dari PNPM Mandiri ini berjalan dengan baik,“ kata Hamim.

Ia berharap, kepercayaan masyarakat ini harus benar-benar dijaga dan dipelihara. “Pembangunan itu, dimulai dari hal-hal yang kecil. Dan kemudian akan berdampak besar bagi pembangunan di daerah ini, “ imbuhnya. (Yolen/toeb)

Sumber : http://www.infopublik.org/

Last Updated on Monday, 17 September 2012 05:11

Hits: 573

2014, PNPM Mandiri Ditarget Jangkau Seluruh Kecamatan

JAKARTA-PELITAKARAWANG.COM - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri ditargetkan mampu menjangkau seluruh kecamatan di Indonesia pada tahun 2014. Deputi Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenko Kesra, Sujana Royat menyebutkan, PNPM Mandiri hingga saat ini baru mencakup 6000 kecamatan.

"Program pemerintah ini saat ini baru mencakup 6000 kecamatan dan 70 ribu komunitas di seluruh Indonesia. Maka itu, pada tahun 2014 ditargetkan mampu menjangkau seluruh kecamatan dan daerah di Indonesia," terang Sujana di Hotel Akmani, Jakarta, Senin (10/9).

Sujana menjelaskan, PNPM yang mulai dijalankan pemerintah sejak tahun 2007 ini setiap tahun jangkauannya terus diperluas. Sehingga, diharapkan dapat mampu merangkul dan membantu lebih banyak penduduk miskin yang ada di Indonesia.

"Secara langsung, program ini memberikan dampak positif bagi pengembangan komunitas dan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Lebih jauh Sujana menambahkan, program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan masyarakat ini dapat dijadikan suatu instrumen utama untuk percepatan penanggulangan kemiskinan dan menciptakan lapangan pekerjaan. "Dalam hal ini, masyarakat juga dituntut untuk mengembangkan dan memperkuat komunitasnya sebagai bentuk kemandirian yang berkelanjutan di masa depan," imbuhnya.

Diketahui, berdasarkan lokasi dan alokasi Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PNPM Mandiri yang dikeluarkan per Agustus 2009, pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan akan meliputi 4.805 kecamatan di 32 provinsi atau mencapai 75,9% dari total lokasi PNPM Mandiri. Besaran dana BLM yang dialokasikan sebesar Rp750 juta sampai Rp 3 miliar per kecamatan, tergantung jumlah penduduk. 

@jpnn.www.pelitakarawang.com

Sumber : http://www.pelitakarawang.com/

Last Updated on Monday, 17 September 2012 05:07

Hits: 767

Maksimalkan Bantuan PNPM Mandiri

Selasa, 11 September 2012

Burhanuddin, SE Dg Tola

Lurah Pandang-Pandang

Bantuan anggaran melalui PNPM Mandiri begitu sangat dirasakan manfaatnya bagi kalangan masyarakat di kelurahan dan desa. Makanya, sejumlah pemerintah kelurahan dan desa berupaya memanfaatkan bantuan PNPM tersebut untuk kegiatan pembagunan, sosial dan ekonomi.

Pemerintahan Kelurahan Pandang-Pandang, Kecamatan Somba Opu misalnya. Kelurahan yang memiliki penduduk 6 ribu jiwa ini memanfaatkan bantuan PNPM untuk membangun berbagai infrastruktur jalan serta kegiatan perekonomian.

Lurah Pandang-Pandang, Burhanuddin, SE Dg Tola kepada Cakrawala di ruang kerjanya, Kamis, 2 Agustus menuturkan, infrastruktur jalan yang dibangun melalui bantuan PNPM adalah jalan lingkungan di seluruh RW. Sedangkan untuk kegiatan ekonomi masyarakat melalui usaha simpan pinjam bergulir yang diberikan kepada kelompok usaha bentukan warga.

“Melalui usaha simpan pinjam bergulir ini, warga kamis sementara mengembangkan pembuatan roti dan kue. Kita upayakan hasilnya nanti kemudian dijual ke kios maupun warung dalam bentuk kemasan serte merek yang beda dari roti dan kue yang sudah ada,” tutur Burhanuddin.

Lebih jauh mantan staf Bagian Ekonomi Pembangunan Setkab Gowa ini mengakui jika keberadaan anggaran PNPM selama ini sangat membantu program pembangunan dan ekonomi kerakyatan masyarakat.

“Terus terang bantuan PNPM Mandiri sangat membantu pembangunan infrastruktur, ekonomi dan sosial di wilayah kami,” tandasnya. (rus/eca)

Sumber : http://cakrawalaberita.com/

Last Updated on Monday, 17 September 2012 05:10

Hits: 529

Gubernur Jabar Minta Entaskan Kemiskinan Desa Melalui PNPM

KARAWANG, KarawangNews.com - Provinsi Jawa Barat bercita-cita mengentaskan kemiskinan, diantaranya dengan mengembangkan desa melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan. Jika desa maju maka Jawa Barat masti maju, karena 59 persen masyarakat dominan tinggal di pedesaan, jadi pembangunan desa harus ditingkatkan mengingat padatnya penduduk di perkotaan. 

Demikian dijelaskan Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan pada acara Gubernur Saba Desa, di pameran PNPM Mandiri Perdesaan, Kamis (13/9/2012) siang di Lapangan Karang Pawitan, Karawang. Kata dia, hanya satu kata untuk menekan tingginya urbanisasi, yaitu dengan membangun perdesaan, karena PNPM sebagai kunci perkembangan desa kedepan. 

"Kedepan, tata ruang kabupaten/kota akan diproses untuk menjadi lebih baik, untuk itu desanya harus terus menjadi lebih baik," kata gubernur.

Dengan begitu, gubernur meminta supaya anggaran yang turun dari pemerintah daerah maupun pusat diberikan langsung ke pemerintahan desa, lalu dikerjakan secara gotong royong, tanpa perlu melalui Dinas Cipta Karya. Diakuinya, jika desa sejahtera, maka desa di masa yang akab datang harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.

"Jika ada dana datang ke desa, saya harap tidak melalui mekanisme tender tetapi langsung dikelola desa dengan cara gotong royong. Supaya desa menjadi tempat yang maju, mengingat mayorits warga saat ini tinggal di pedesaan," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Karawang Drs. H. Ade Swara menjelaskan, pada kesempatan Gubernur Saba Desa ini diharap ada timbal balik komunikasi antara gubernur dan pelaku PNPM. Acara ini merupakan informasi PNPM di Lapang Karang Pawitan bertepatan dengan Hari Jadi Karawang Ke-379 tahun 2012. Pameran PNPM ini juga merupakan evaluasi PNPM di pedesaaan yang sudah berjalan dan yang masih dilaksanakan.

Kata bupati, kegiatan PNPM ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat berdaya dan mandiri juga mengatasi persoalan di setiap daerahnya, diantaranya mengenai lingkungan hidup, ekonomi dan sosial. Sementara, anggaran PNPM yang sudah diserap di Kabupaten Karawang pada tahun 2007 sebanyak Rp 11 miliyar, kemudian tahun 2008 sebanyak Rp 17 miliyar, tahun 2009 Rp 19 miliyar, tahun 2010 Rp 54 miliyar, tahun 2011 Rp 49 miliyar dan tahun 2012 sudah terserap Rp 39 miliyar, total anggaran PNPM tersebut untuk Karawang sebesar Rp 191 miliyar.

Di acara tersebut, gubernur menyerahkan piala dan uang kepada juara-juara Lomba Sikompak Award Desa dan Kelurahan yang terbaik se-Jawa Barat, piala itu diberikan kepada desa dan kelurahan dari Kabupaten Sumedang, Majalengka, Bandung Barat, Majalengka, Bandung Barat, Purwakarta, Karawang, Kuningan, Bandung dan Bogor. Sejumlah kabupaten tersebut mengikuti pameran dengan membuka stand di Lapangan Karang Pawitan di acara HUT Karawang ini. (spn)

Sumber : http://www.karawangnews.com/

Last Updated on Monday, 17 September 2012 05:06

Hits: 547