PNPM Mandiri

Switch to desktop Register Login

Pelaksanaan PNPM-MP Dirasakan Warga Hingga ke Jorong

Senin, 08 Oktober 2012

PASBAR, SO--Pelaksanaan Progran Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) sangat menyentuh dan dirasakan sekali oleh masyarakat hingga ke jorong  yang ada di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar). Dengan adanya program ini pembangunan yang dilakukan di nagari/jorong dapat berkelanjutan.

Anggaran PNPM yang disalurkan oleh pemerintah Pasbar untuk tahun 2012 sebesar 14,8 Miliar yang tersebar diseluruh kecamatan di daerah tersebut, sangat dirasakan sekali penggunaannya dalam rangka menuju program pengentasan kemiskinan di Indonesia khususnya di Pasbar. Dengan adanya program tersebut berbagai pembangunan fisik dapat terlaksana hingga ke jorong jorong.

Untuk tahun anggaran 2012, Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasbar mendapat dana bantuan langsung masyarakat (BLM) sebesar Rp 1,1 miliar melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP). Dana tersebut digunakan untuk kepentingan masyarakat untuk pembangunan infrastruktur pedesaan, beasiswa serta simpan pinjam perempuan (SPP).

Sedangkan  untuk tahun 2013, anggaran PNPM Koto Balingka diperkirakan naik menjadi Rp1,7 Milyar yang diperuntuhkan bagi enam kegiatan di lima kejorongan. Hal itu sesuai RPJM nagari dan Musrenbang Kecamatan, ungkap Fasilitator Teknik (FT) Kecamatan Seven Boy ST kepada www.sumbaronline.com diruang kerjanya di kantor Camat Koto Balingka.

Untuk Kecamatan Koto Balingka yang terdiri dari 26 Jorong sudah mendapat bantuan dari program PNPM. Untuk tahun 2012 ini sebanyak delapan jorong mendapat dana dari PNPM sebesar 1,1 miliar seperti jorong Lubuak Gadang dengan kegiatan peningkatan jalan tiga kilometer dengan anggaran dana Rp331.958.800.

Kemudian jorong Tanah Datar, pengadaan air bersih dengan sumur bor Rp198.057.800, Jorong Kampuang Randah, pengadaan air bersih dengan sumur bor Rp120.704.300, Jorong Pengambiran, bantuan beasiswa kepada 200 murid SD Rp136.169.300, SPP Kelompok Wirid Yasin Rp10.526.200, jelas Boy.

Disamping itu, ada juga Jorong Aia Balam, pembangunan gedung TK/PAUD Rp188.900.100, SPP kelompok Putri Pertiwi Rp31.578.800, Joromg Siduampan SPP kelompok Niswara Rp31.578.800, Jorong Limau Sariang SPP  Kelompok Putri Malu Rp13.684.100,  dan terakhir Jorong Ulu Simpng, juga SPP Kelompok Dahlia Rp11.578.800, Kelompok Melati Rp12.631.500, dan Kelompok Mawar Rp12.631.500.

"Kehadiran PNPM-MP di Pasbar, khususnya di Koto Balingka telah membawa dampak perubahan sangat signifikan dalam hal pemberdayaaan masyarakat. Program tersebut menitikberatkan untuk pemberdayaan dan partisipasi masyarakat, mulai dari musyawarah perencanaan, pelaksanaan, hingga kepada pengawasan dan pemeliharaan dari program itu,“ jelasnya.

Dilaporkan : Gatoek AMC

Sumber : http://www.sumbaronline.com/

 

Last Updated on Monday, 08 October 2012 08:14

Hits: 544

Disokong PNPM, Tembus Pasar Internasional

Siapa sangka barang-barang bekas bisa mendatangkan  rezeki dan meningkatkan pendapatan warga miskin yang selama ini menganggur serta kesulitan ekonomi.

Kreasi pot hidroponik anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mandiri Kelurahan Gundaling I Kecamatan Brastagi, Karo ini buktinya. Kini kerajinan mereka dinikmati turis yang datang dari dalam negeri maupun mancanegara.

Pot hidroponik adalah salah satu  jenis pot yang memiliki banyak keistimewaan yaitu tidak berat, ada kontrol air yang digunakan, tidak tembus air dan mudah diproduksi. Dalam pembuatan pot tersebut jasa pemulung dapat digunakan sehingga meningkatkan pendapatan mereka.

Semenjak Intervensi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) di Kelurahan Gundaling I Kecamatan Berastagi tahun 2009 hingga saat ini, telah terbentuk satu wadah/lembaga masyarakat yang dibentuk dan didirikan oleh masyarakat di Kelurahan Gundaling I yang bernama Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Gundaling Simalem.

Secara geografis, Kelurahan Gundaling terletak di dataran tinggi dengan suhu yang lumayan dingin dan berkabut. Mata pencaharian sebagian besar penduduk umumnya bertani dan bercocok tanam sayuran. Namun demikian, angka kemiskinan di Gundaling cukup karena banyaknya pendatang.

BKM Gundaling Simalem hingga saat ini telah memiliki beberapa Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) binaan, yang melakukan pembangunan di Kelurahan Gundaling I baik pembangunan di bidang infrastruktur, sosial maupun ekonomi.

Salah satunya adalah KSM Mandiri beranggotakan 5 orang yang mengelola kegiatan sosial produktif yaitu Pembuatan Pot Hidroponik.

Kegiatan pembuatan pot hidroponik yang dilakukan KSM Mandiri ini karena bahan dalam pembuatan pot tersebut cukup mudah didapat, murah dan masih jarang diproduksi khususnya di Kecamatan Berastagi sehingga peluang pasarnya lebih besar.

Menurut penuturan Ketua KSM Mandiri, Anton (37)  bahan dasar dalam pembuatan pot hidroponik ini berasal dari steroform atau gabus, plastik, kertas bahkan bahan-bahan bekas yang diolah sedemikian rupa hingga dapat digunakan sebagai media pembuatan pot hidroponik. Media dalam pot berasal dari  sekam padi yang telah digongseng terlebih dahulu.

Dalam pelaksanaan kegiatan Pembuatan Pot Hidroponik KSM Mandiri mendapatkan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang dikelola oleh LKM Gundaling Simalem sebesar 30 Juta Rupiah. Dana tersebut digunakan oleh KSM Mandiri untuk persiapan lahan produksi, pembelian alat dan bahan – bahan yang diperlukan untuk pembuatan pot hidroponik.

Pemasaran pot hidroponik dijual dengan harga kisaran Rp30.000 hingga Rp80.000 sesuai dengan jenis yang diinginkan oleh para konsumen.

Walaupun omset penjualan setiap bulannya baru mencapai sekitar 30 buah namun peluang pasar barang kerajinan ini sangat menjanjikan. (*/des)

Sumber : http://www.hariansumutpos.com/

Last Updated on Monday, 08 October 2012 08:17

Hits: 417

Penyandang Cacat Keciprat Dana Surplus UPK

SIDRAP -- Pengelola PNPM-MP Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap berbagi dengan kalangan warga miskin di wilayah ini.

Melalui dana surplus 5 persen yang diperoleh unit pengelola kegiatan (UPK) dari hasil pengeloaan dana simpan pinjam perempuan (SPP), PNPM-MP Tellu Limpoe memberikan bantuan kepada warga miskin dan korban kebakaran.

Bantuan dalam bentuk uang tunai dan natura berupa kompor gas, diberikan kepada masing-masing korban kebakaran warga asal Kelurahan Pajalele serta penyandang cacat.

Warga korban kebakaran yang mendapat berkah dari dana surplus UPK PNPM-MP Kecamatan Tellu Limpoe ini masing-masing Abd Hamid, M.Yusuf, Hj Hasnah, Hj Diana. Sedangkan dari kalangan penyandang cacat diberikan kepada La Munta warga asal Kelurahan Baula.

Sedangkan dari kalangan warga miskin yakni Tina, Wa' Sitti, Mardiana, I Satong, Mardia Comi, Suriani Cakku, La Bengnga Lija dan Hajar Aswad . Warga ini berasal dari berbagai desa/kelurahan di Kecamatan Tellu Limpoe.

Adapun bantuan uang tunai dan kompor gas kepada warga korban kebakaran dan penyandang cacat ini, diserahkan langsung oleh Camat Tellu Limpoe, Muh Arsul SIP, Danramil, Laode Umi serta Kapolsek, AKP P. Angga.

Penyerahan bantuan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Tellu Limpoe ini, ikut disaksikan fasilitator kabupaten (Faskab) PNPM-MP Sidrap, Mardiana Momon SPd, PJOK, Hj Sumiati, Ketua, Sekretaris dan Bendahara UPK, Basri, Hendra dan Nadira serta Ketua forum BKAD, Muh Akib Ali.

Camat Tellu Limpoe Muh Arsul, menyambut baik pemberian bantuan yang dilakukan oleh UPK PNPM MP Tellu Limpoe tersebut. Arsul berharap, bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi penerima dalam meringankan beban penderitaannya.

"Saya sangat terharu dengan apa yang saya saksikan barusan. Bagaimanapun hal ini sangat penting dilakukan dalam membantu sesama. Saya percaya, apa yang dilakukan teman-teman di UPK PNPM MP Tellu Limpoe ini akan menjadi berkah tersendiri bagi warga miskin," ungkap Arsul.

Sementara itu, ketua UPK PNPM-MP Tellu Limpoe, Basri, mengungkapkan, besaran dana surplus 5 persen yang diperoleh dari hasil pengelolaan dana bergulir SPP sebesar Rp6 juta lebih. Dana inilah yang kemudian disalurkan kepada warga miskin, katanya. (edy)

Sumber : http://rbmsidrap.blogspot.com/

Last Updated on Thursday, 04 October 2012 03:09

Hits: 604

Pelatihan PNPM untuk Kades, BPD dan LPMD: Sebuah Refleksi

Posted on Oktober 4, 2012

by pancasan

Bertempat di salah satu restoran di Ajibarang, Fasilitator PNPM Kabupaten Banyumas mengadakan ‘penyegaran’ tentang prinsip-prinsip PNPM kepada Kepala Desa, Ketua BPD dan Ketua LPMD dari 2 kecamatan, Ajibarang dan Pekuncen.

Pertemuan yang berlangsung 2 hari, Rabu 3 Oktober-Kamis, 4 Oktober 2012 itu berlangsung hangat karena dikemas dengan metoda diskusi.

Camat Ajibarang, Fatikul Iksan, SH MHum, sebelum membuka acara, memberikan wejangan-wejangan sebagai pengingatan kembali. “Prinsip utama PNPM adalah pemberdayaan masyarakat. Masyarakat miskin agar mendapatkan peningkatan penghasilan setelah adanya PNPM, atau ada pengurangan pengangguran di desa-desa.”

Selanjutnya Fatikul Iksan menuangkan beberapa ide,” Selain bangunan fisik, alokasi yang dibolehkan adalah pelatihan. Bisa dijadikan bahan pemikiran, pelatihan-pelatihan ke arah pekerjaan yang sedang trend, misal servis hape atau satpam. Dan tentang SPP, andaikata bisa UPK meminjamkan modal kepada para pedagang di pasar dengan bunga yang kompetitif. Jelas, maksudnya adalah untuk membebaskan para pedagang kecil dari pinjaman bunga tinggi para rentenir.”

Sesi yang kedua, dari fasilitator Kabupaten Banyumas, Anton. Dalam penyampaiannya, Anton mengajak hadirin untuk saling berbagi pengalaman dari masing-masing desa agar dapat menjadi acuan desa-desa lain.

Achmad Munawar, Kepala Desa Pancasan, Ajibarang, Banyumas, menanyakan kebijakan keuangan PNPM. ” Bahwa untuk satu tahun, kepentingan PNPM  membutuhkan banyak sekali pertemuan dengan peserta yang telah ditentukan jumlahnya. Untuk rapat-rapat terkait PNPM, desa harus membiayai. Apakah dari anggaran yang sudah terhitung itu, bisa diambilkan dari dana PNPM sendiri ?.”

Handoyo, SE, Kepala Desa Tipar Kidul, Ajibarang memberikan pertanyaan terkait SPP. Bunga pinjaman SPP yang  relatif lebih tinggi dari bank-bank komersil, agar kiranya dapat dikurangi besarannya.

Sesi ketiga, setelah ishoma, dengan nara sumber istimewa, Agung Budi Satrio, Kepala Desa Melung, Kedungbanteng, Banyumas, yang pada tahun ini meraih prestasi enam besar se Jawa Tengah.

Dalam penyampaiannya, Budi Satrio menitik beratkan tentang aspek perencanaan partisipatif. ” Perencanaan PNPM, sesuai PTO yang ada, disyaratkan menggunakan metoda perencanaan partisipatif. Tim sebelah, mengikuti rapat-rapat di tingkat RT. Nanti muaranya adalah musyawarah dusun, Musdus. Dari Musdus-Musdus, hasil akhir adalah Musyawarah Desa (Musdes) yang juga sudah merupakan perencanaan final untuk PNPM tahun anggaran berikutnya.”

Tentang keterlibatan Kepala Desa, Budi Satrio menerangkan,” Pengalaman di desa kami, Melung, saya selaku Kepala Desa tidak mengikuti proses-proses perencanaan. Kami berpedoman bahwa hasil musyawarah dari bawah hingga menjadi keputusan musyawarah desa, adalah keputusan masyarakat yang kami terima sebagai amanah. Amanah itulah yang menjadi kewajiban kami beserta rekan-rekan PNPM, TPK dan KPMD untuk dapat melaksanakannya dengan baik.”

Hari kedua, diisi oleh Rintawati dari Inspektorat yang menguraikan tentang pemeriksaan. “Pemeriksaan reguler, pemeriksaan administrasi desa, terutama keuangan, yang sifatnya umum. Desa yang dipilih tidak sedang terdapat kasus tertentu. Pemilihan berdasar random sampling. Pemeriksaan khusus, pemeriksaan yang dilaksanakan apabila terdapat indikasi adanya hal-hal yang tidak sesuai di suatu desa. Dan pemeriksaan akhir masa jabatan (AMJ) dilaksanakan apabila Kepala Desa sudah mendekati akhir masa baktinya.”

Nara sumber berikutnya adalah dari Camat Ajibarang dan Pekuncen yang masing-masing menguraikan tentang informasi-informasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Sumber : http://pancasan.or.id/

Last Updated on Friday, 05 October 2012 04:10

Hits: 678

PNPM Mandiri Menanggulangi Kemiskinan

Rabu, 03/10/2012

INDRAMAYU, (PRLM),- Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, M.Si menilai, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri perdesaan memiliki berbagai keunggulan seperti terbukti efektif menanggulangi kemiskinan melalui peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja bagi masyarakat miskin, serta adanya efisiensi biaya melalui keswadayaan masyarakat.

SURATNO/"PRLM"WABUP Indramayu, Drs H Supendi, MSi bersama unsur muspida lainnya menyembunyikan kentongan saat pencanangan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan.*

Selain itu, PNPM mandiri juga memiliki dampak eksternal yang positif bagi masyarakat yakni menghidupkan kembali budaya gotong royong, meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola pembangunan, serta menumbuh-kembangkan kelembagaan lokal dalam mengelola dan melayani pengembangan usaha ekonomi bagi masyarakat miskin.

Hal itu, dikatakan Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, .M.Si saat pencanangan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan di Kabupaten Indramayu Tahun 2012 di Desa Sleman Lor dan pencanangan ini ditandai dengan kentongan yang ditabuh Wabup bersama kepala OPD terkait.

Menurut Wabup, untuk mengentaskan kemiskinan, selain PNPM Mandiri, pemerintah mempunyai banyak program seperti program Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), Beras Miskin (Raskin) dan lain-lain. Namun, ujarnya PNPM Mandiri adalah program terbaik yang diberikan pemerintah kepada masyarakat, karena dalam program ini masyarakat turut berpartisipasi.

Dikatakan, PNPM Mandiri perdesaan membutuhkan dukungan pemerintah daerah melalui pembiayaan bersama yang bersumber dari APBN dan APBD. Untuk merealisasikan hal tersebut, sejak tahun 2007 Pemkab Indramayu secara khusus telah menganggarkan dana untuk kegiatan dimaksud. “Pada tahun ini, jumlah dana yang dianggarkan sebesar Rp 1.497.500.000,00. Anggaran tersebut dialokasikan di 27 (dua puluh tujuh) kecamatan,” jelasnya.

Dijelaskan, PNPM Mandiri perdesaan merupakan sistem pembangunan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat secara partisipatif dengan azas dari, untuk, dan oleh masyarakat. Perencanaannya dikaji dan dibahas bersama mulai dari tingkat rw, desa, dan antar desa. Dalam hal ini, masyarakat diberi kewenangan penuh untuk menentukan prioritas yang akan didanai oleh PNPM mandiri perdesaan. “Sistem pelaksanaan PNPM  Mandiri pedesaan dikelola langsung oleh masyarakat, dan hasilnya, tentunya juga akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Meski demikian, ujarnya, program ini harus diselaraskan dengan program pembangunan desa lainnya sehingga tidak terjadi tumpang tindih dan seluruh program dapat berjalan dengan lancar dan optimal. “Sebagai konsolidasi, harmonisasi, dan sinkronisasi seluruh program  tersebut, maka semua desa di Kabupaten Indramayu harus mampu membuat dokumen rencana pembangunan jangka menengah desa ( RPJMDes), yang nantinya diharapkan dapat dijadikan dokumen perencanaan untuk seluruh program masuk desa,” kata Supendi.

Wabup mengingatkan, pembangunan sarana dan prasarana yang telah dilaksanakan hendaknya berorientasi pada target kualitas dan bukan kuantitas. Pengelolaan dana pun harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. “Saya menghimbau kepada seluruh pihak, untuk berpegang teguh pada prinsip dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pintanya.

Di tempat yang sama Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Indramayu Drs. H. Munjaki, M.Si mengatakan, PNPM Mandiri adalah kelanjutan dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang dimulai sejak tahun 1999. “Program ini berlanjut karena dinilai cukup berhasil dalam mendorong percepatan penanggulangan kemiskinan da pengangguran berbasis pemberdayaan masyarakat,” katanya

Disebutkan, hasil pelaksanaan PNPM Mandiri meliputi bidang fisik dan ekonomi. “Untuk bidang fisik, pemerintah membangun prasarana umum seperti pembuatan jalan, jembatan, drainase dan lain-lain, prasarana pendidikan membangun gedung MI dan TK, serta prasana kesehatan meliputi pembangunan MCK dan pembuatan posyandu,” katanya.

Sementara untuk bidang ekonomi, ada Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dengan jumlah pemanfaatan sebanyak 2.253 kelompok, dan 31.793 perempuan. (rat/A-147)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/

Last Updated on Wednesday, 03 October 2012 09:35

Hits: 490