PNPM Mandiri

Switch to desktop Register Login

Kami Kini Tak Lagi Mandi di Sungai...


KOMPAS - Warga Desa Ponjen, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, mulai hari ini, Selasa (13/3/2012), bisa menikmati air bersih hasil pembangunan jaringan memanfaatkan mata air Blawaong di Gunung Plana.

PURBALINGGA, KOMPAS.com- Sekitar 130 keluarga di Desa Ponjen, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mulai Selasa (13/3/2012) ini dapat menikmati jaringan air bersih yang digarap melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sepanjang 1,8 kilometer. Mereka kini tak harus lagi mandi di Sungai Tambra yang melintas di desanya.

"Sudah puluhan tahun kami mengandalkan air hujan dan sungai Tambra. Untuk membuat sumur, harus membutuhkan kedalaman yang cukup. Itupun terkadang tidak keluar air," ujar Triono, warga setempat.

Saat ini, warga bisa memanfaatkan mata air Blawaong di Gunung Plana yang sudah dialirkan dengan jaringan air bersih untuk keperluan sehari-hari ke perkampungan tersebut. Sehingga, warga tidak harus pergi ke sungai lagi.

Lokasi Desa Ponjen berada di kaki Gunung Plana. Di balik pegunungan itu sudah masuk wilayah Kecamatan Karangjambu. Warga yang kesulitan air bersih hampir seluruhnya berada di kaki pegunungan tersebut. Mereka tersebar di tiga pedukuhan, masing-masing Dukuh Blawong (30 KK), Surat (40 KK), dan Dukuh Kolomgunung (60 KK).

Sebelum ada program pipanisasi melalui PNPM, warga tiga dukuh itu menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari.

Fasilitator Teknik PNPM Kecamatan Karanganyar Hendratmoko mengemukakan, mata air Gunung Plana memiliki debit air 3,45 liter per detik. Jarak dari permukiman penduduk terdekat sekitar 1.820 meter. Sedang perbedaan tinggi antara mata air dengan permukiman 113 meter.

"Kami membangun bak air dan pipanisasi sepanjang kurang lebih 1,8 kilometer. Akhirnya sumber mata air itu dapat dimanfaatkan oleh warga untuk keperluan sehari-hari," kata Hendratmoko.

Dia menambahkan, distribusi dari sumber air ke permukiman sampai saat ini baru sebatas sampai pada titik bak umum atau penampungan. Warga selanjutnya mengambil air dengan menggunakan ember atau jeriken.

"Kami berharap dukungan dari Pemkab untuk pembenahan jaringan pipa hingga air bisa sampai ke rumah-rumah penduduk," katanya.

Dia mengungkapkan, dana pembangunan bak dan pipanisasi mencapai Rp 182,8 juta. Dana berasal dari PNPM sebesar 180,4 juta dan selebihnya dari swadaya masyarakat.

Bupati Purbalingga Heru Sudjatmoko mengemukakan, pihaknya mengapreasiasi kemandirian warga dalam membangun jaringan air bersih hingga sepanjang 1,8 kilometer tersebut. "Pemkab akan mencoba mengupayakan optimalisasi pemanfaatan mata air tersebut dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melalui program Pamsimas atau program lainnya," kata Heru.

Oleh : Gregorius Magnus Finesso | Marcus Suprihadi

Sumber : http://regional.kompas.com/