PNPM Mandiri

Switch to desktop Register Login

PARIWISATA: Pemerintah kembangkan 967 desa wisata

Selasa, 25 September 2012

YOGYAKARTA - Pemerintah akan mengembangkan sebanyak 967 desa wisata di seluruh Indonesia melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pariwisata pada tahun 2012.

"Hingga kini pemerintah telah mengembangkan 569 desa wisata," kata Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Firmansyah Rahim di Yogyakarta, Senin.

Usai pembukaan Temu Nasional Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pariwisata, ia mengatakan setiap desa memperoleh bantuan dana sebesar Rp150 juta.

"Awal PNPM Mandiri Pariwisata itu berjalan pada 2009, ada 100 desa yang dikembangkan, dengan jumlah bantuan sebesar Rp100 juta per desa. Dana bantuan itu digunakan untuk pembangunan yang menunjang daya tarik wisata desa tersebut," katanya.

Ia mengatakan hal itu bertujuan untuk membentuk masyarakat yang sadar wisata. Masyarakat diharapkan memahami potensi wisata di desanya sehingga dapat dimanfaatkan menjadi objek wisata.

"Ada beberapa kriteria suatu desa dapat dijadikan desa wisata melalui PNPM Mandiri Pariwisata, di antaranya memiliki potensi wisata dan aksesibilitas, terdapat warga miskin atau kurang mampu yang layak untuk dibantu, dan sudah ada aktivitas pariwisata di desa atau sekitar desa tersebut," katanya.

Kriteria lainnya adalah desa yang sudah menjalankan PNPM Mandiri di sektor lain agar program tersebut bisa berintegrasi dengan sektor pariwisata.

Menurut dia Temu Nasional PNPM Mandiri Pariwisata itu diharapkan dapat membentuk Jaringan Desa Wisata Indonesia sehingga desa wisata yang ada bisa saling memberi masukan serta tukar menukar informasi, pengalaman, dan pengetahuan.

Pembentukan Jaringan Desa Wisata Indonesia itu, kata dia, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada wisatawan dan membantu pemasaran desa wisata yang ada sehingga bisa maju dan berkembang.

"Desa wisata yang belum maju bisa melihat desa wisata yang sudah maju sehingga bisa belajar. Jika desa wisata di suatu wilayah penuh, maka bisa mengalihkan ke desa wisata di wilayah lain yang mempunyai karakteristik hampir sama dan belum penuh wisatawannya," kata Firmansyah. (Antara/faa)

Sumber : http://www.bisnis.com/